Selasa, 21 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 21 Oktober 2014 | 00:54 WIB
Lomba Cipta Lagu Anak Masuk Babak Penjurian
Selasa, 14 Mei 2013 | 19:14 WIB
Dibaca:
|
Share:

www.istockphoto.com
Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com--Lomba Cipta Lagu Anak Indonesia (ACILA) 2013 memasuki babak penjurian untuk mencari 50 besar dari 290 peserta yang mengirimkan karyanya ke panitia.

Babak Penyisihan Penjurian ACILA berlangsung 2 hari (14 dan 15 Mei 2013). Juri yang menilai adalah Jodhi Yudono (Kompas.com), Prita Prawirohardjo (Music Director Hard Rock FM) dan Wilhelm Tetelepta (Produser Program RCTI), serta Ari Malibu (Musisi) mewakili ACILA.

Menurut Seno M. Hardjo, Ketua Bidang Penjurian ACILA Indonesia 2013, lomba  cipta lagu ini merupakan gerakan untuk menumbuhkan kembali semangat menulis lagu anak di kalangan para Komposer sekaligus mengembalikan kaidah dengaran lagu yang 'selaras usia' bagi Anak Indonesia.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa sejak tahun 60-an sampai 90-an, sudah banyak bermunculan penyanyi-penyanyi cilik Indonesia yang memberi warna kreatif pada dunia anak. Pada era itu kita mengenal AT Mahmud, Pak Kasur, Bu Kasur, Ibu Sud, dan masih banyak lagi, yang sudah mewarnai dunia anak Indonesia melalui lagu dan musik.

Sebut saja lagu-lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi cilik di era 70-80-an, seperti Nanin Sudiar, Anita Tourisia, Bu Kasur, Pak Kasur, Ira Maya Sopha, Santi Sardi, Chicha Koeswoyo, Sari Koeswoyo, Diana Papilaya, Dina Mariana, The Kids (Imaniar & Lydia Noorsaid bersaudara), Adi Bing Slamet, Vien Isharyanto, Yoan Tanamal, Bobby Sandhora Muchsin, Puput Novel, Helen, Debby Rhoma Irama, Kak Seto dengan Si Komo-nya dan Fitria Sukaesih. Kemudian berlanjut dengan pencipta lagu era 90-an seperti Papa T.Bob dan penyanyi cilik era 90-an, mulai dari Enno Lerian, Puput Melati, Bondan Prakoso, Melissa, Trio Kwek-Kwek, Saskia-Geofanny, Erina GD, Meisy, Chikita Meidi, Joshua, Tasya, Sherina, sampai Tina Toon.

Tragisnya, dalam perjalanan yang hanya terpaut kurang lebih 10 tahun, blantika musik anak Indonesia mengalami lompatan yang begitu jauh di mana  tidak ada lagi anak-anak atau kontestan penyanyi cilik yang tampil menyanyikan lagu-lagu anak. Hampir 90% peserta pasti membawakan lagu-lagu orang dewasa yang sedang populer saat ini.

Sementara para orangtua, pendidik dan pemerhati anak merasa sangat khawatir dan prihatin melihat fenomena penyanyi cilik akhirnya yang terbiasa menyanyikan lagu-lagu dewasa, dimana anak-anak bernyanyi tanpa pengertian dan penghayatan yang benar. Dalam perkembangannya jika sejak kecil mereka sudah terbiasa dicekoki ‘produk’ dewasa, otomatis akan membuat mereka menjadi tahu apa yang seharusnya tidak/belum diketahuinya. Mereka akan menjadi dewasa secara penampilan, tapi tidak secara kejiwaan. Mereka melakukan suatu pekerjaan, tapi sebenarnya tidak tahu apa yang dikerjakan. Inilah yang mendorong kami untuk melakukan sesuatu yang konstruktif.

Sebagaimana Ajang Lomba Cipta Lagu Anak atau ACILA Indonesia 2011 lalu, maka untuk kedua kalinya ACILA Indonesia 2013 ini dilaksanakan untuk memberikan penyegaran dan alternatif baru bagi lagu-lagu anak Indonesia yang bisa menjadi rujukan yang kreatif, harmonis dan edukatif, agar proses tumbuh kembang anak dapat sesuai dengan usia dan tahap perkembangan, nilai kehidupan dan spiritual, serta tentu saja intelegensi musikalnya. (jy)

Editor :
Jodhi Yudono