Selasa, 21 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 21 Oktober 2014 | 20:31 WIB
Bantul Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya
Sabtu, 4 Mei 2013 | 09:22 WIB
Dibaca:
|
Share:

BANTUL, KOMPAS.com--Banyak cara dilakukan orang untuk menjaga kebudayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar Pemilihan Putra Putri Bantul sebagai upaya mengajak generasi muda yang berkualitas untuk menjaga warisan kebudayaan di daerah ini.

"Pemilihan Putra Putri Bantul 2013 bertujuan menggugah generasi muda dan mudi untuk turut serta menjaga aset-aset kebudayaan serta menjadi Duta Pariwisata Bantul," kata Plh Kepala Dinas Kebudayaan dan Kebudayaan (Disbudpar) Bantul, Bambang Guritno di Bantul, Jumat.

Menurut dia, putra putri yang terpilih dalam ajang ini akan bertugas untuk menggali potensi, menyemarakkan even pariwisata sekaligus mempromosikan pariwisata Bantul serta turut berperan dalam misi kebudayaan.

"Diharapkan ajang ini juga dapat menjadikan generasi muda untuk tetap menjaga dan melestarikan warisan budaya nusantara sehingga pada akhirnya nanti dapat tetap diwariskan kepada generasi berikutnya," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Putra Putri Bantul 2013 Adi Karang Samawi mengatakan, ajang ini merupakan agenda tahunan yang dimulai sejak 2008, dan untuk pendaftaran peserta telah dibuka sejak 1 Mei dan akan ditutup pada 10 Mei mendatang.

Menurut dia, hingga saat ini sudah ada sekitar 70 pendaftar yang mengembalikan formulir ke panitia yang berasal dari berbagai kabupatan/kota di DIY, semua peserta yang mendaftar akan diseleksi untuk dikerucutkan menjadi 50 peserta pada 12 Mei.

Kemudian, seleksi selanjutnya dari sebanyak 50 peserta akan dipilih sebanyak 30 peserta untuk mengikuti grand final melalui berbagai tes seperti pengetahuan umum, wawasan budaya dan pariwisata Bantul dan psikotes.

"Peserta sama sekali tidak dipungut biaya dan dari 30 peserta yang lolos seleksi ke grand final akan dicari tiga terbaik untuk mendapatkan uang pembinaan, trophy serta piagam penghargaan," katanya.

Menurut dia, berdasarkan pengalaman sebelumnya, para peserta yang tidak lolos seleksi biasanya kesulitan mengikuti tes berupa pengetahuan mengenai pariwisata dan potensi di Bantul, yang memang rata-rata peserta dari luar Bantul.

Padahal, kata dia jika peserta ingin mempelajari seluruh materi bisa mengakses dalam website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Bantul, karena disitu juga dijelaskan berbagai potensi wisata dan kebudayaan.

Menurut dia, beberapa persyaratan untuk dapat mengikuti pemilihan Putra Putri Bantul ini diantaranya berusia pria dan wanita berusia minimal 17 tahun dan belum menikah, berpenampilan menarik dan warga negara indonesia yang berdomisili di DIY.

"Minat pendaftar dari ke tahun ke tahun hampir sama, rata-rata jumlah peserta mencapai sebenyak 100 orang,  dan memang pengalaman tahun sebelumnya pemenangnya merupakan warga Bantul," katanya.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono