Kamis, 23 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Oktober 2014 | 11:26 WIB
Sulbar Diminta Laksanakan Kongres Adat Mandar
Selasa, 23 April 2013 | 00:07 WIB
Dibaca:
|
Share:

MAMUJU, KOMPAS.com--Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat diminta memfasilitasi dilaksanakannya kongres adat "Mandar" dalam rangka memperkuat ketahanan keberagaman kebudayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kongres adat suku "Mandar" yang merupakan suku asli Provinsi Sulbar diminta dilaksanakan, untuk memperkuat ketahanan keberagaman kebudayaan NKRI," kata Abhiseka Raja Majapahit Bali Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan I, Dr Shri I Gst Ngrh Arya Wedakarna MWS saat berkunjung ke Mamuju, Senin.

Dalam kunjungannya, Raja Bali memberikan gelar Gubernur Sulbar  tokoh pluralisme karena dianggap telah berhasil membina kerukunan masyarakat di daerahnya. Pemberian gelar itu disaksikan Raja Mamuju, Andi Maksum Dai.

Selain itu juga memberikan medali kepada Gubernur Sulbar karena prestasinya yang dianggap telah berhasil melaksanakan pembangunan daerahnya sehingga terus maju dan berkembang.

Ia mengatakan, dengan kongres rakyat Mandar itu juga akan memperkaya khazanah kebudayaan bangsa ini, dan memperkokoh pilar negara Pancasila dan NKRI.

"Keanekaragaman budaya bangsa ini hendaknya dibangkitkan lagi dengan melaksanakan kongres adat di seluruh Provinsi tanah air karena itu adalah ciri bangsa dan adalah pilar Pancasila dan NKRI sebagai ideologi negara yang harus dijaga diperkokoh dan dipertahankan," katanya.

Menurut dia, daerah di sulawesi seperti Provinsi Sulawesi Tengah telah menggelar acara kongres masyarakat adatnya hendaknya itu juga dilaksanakan Sulbar guna mengenalkan kekayaan budayanya ke seluruh pelosok Tanah Air dan mewariskan kepada generasi mendatang.

Raja Bali ke Sulbar selain meresmikan Hindu Centre West Sulawesi di Sulbar yang merupakan Provinsi ke 14 mendirikan organisasi umat hindu di Indonesia, kehadirannya juga untuk menyosialisasikan acara "World Hindu Summit" yang digelar di Pulau Dewata tanggal 13-16 Juni 2013 kepada umat Hindu Bali di Provinsi Sulbar.

Ia mengatakan, dalam kunjungan di Sulbar juga akan melakukan pertemuan dengan Raja Mamuju, untuk melihat keris pusaka kerajaan Mamuju "Manurung".

Selain itu juga akan membawakan kuliah umum di salah satu kampus Mamuju, kemudian akan melakukan dialog dengan pemerintah di Sulbar serta mengunjungi kantor media Radar Sulbar, membahas pembangunan sektor kebudayaan Sulbar.

"Kebudayaan merupakan milik kita semua, pengembangan pariwisata di Bali akan disosialisasikan di Sulbar baik di kalangan kampus dan pemerintah serta media massa, untuk pengembangan kebudayaan Sulbar yang juga berpotensi seperti Bali," katanya.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono