A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: file_get_contents(http://xml.kompas.com/data/banner_on_keyword/on_keyword.php) [function.file-get-contents]: failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found

Filename: controllers/read.php

Line Number: 346

Bendera Pusaka Belum Tercatat Sebagai Cagar Budaya - KOMPAS.com
Senin, 24 November 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 24 November 2014 | 10:41 WIB
Bendera Pusaka Belum Tercatat Sebagai Cagar Budaya
Senin, 22 April 2013 | 23:48 WIB
Dibaca:
|
Share:

istimewa
Pengibaran Bendera Pusaka pada 17 Agustus 1945.

JAKARTA, KOMPAS.com--Bendera Pusaka Merah Putih yang memiliki sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, hingga kini belum tercatat sebagai cagar budaya nasional, kata Wakil Menteri bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti.

"Bendera Pusaka Merah Putih menjadi salah satu saksi sejarah Indonesia merdeka. Kedudukannya jelas sangat penting, sehingga kita harus mengamankan dan menjaganya," kata Wiendu didampingi Direktur Pelestarian Cagar Budaya Surya Helmi dan Plt Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan, Senin.

Wiendu mengatakan, pihaknya tidak tahu alasan mengapa Bendera Pusaka Merah Putih belum tercatat sebagai cagar budaya nasional sebab  sepanjang belum tercatat sebagai cagar budaya nasional, tentu  perlindungannya menjadi tidak optimal.

Karena itu, pihaknya kini tengah berjuang agar bendera Pusaka Merah Putih segera menjadi salah satu benda cagar budaya nasional.

Bendera Pusaka Merah Putih tersebut,  saat ini berada di Istana Negara, katanya.

"Sekitar tiga tahun lalu pernah muncul wacana untuk memindahkan ke Monumen Nasional (Monas). Tetapi terbentur biaya pemindahan yang nilainya hingga miliaran rupiah, akhirnya proses pemindahan gagal dilaksanakan," katanya.

Namun demikian, ia meyakini suatu saat bendera Pusaka Merah Putih tersebut akan dipindahkan ke Monas agar bisa dilihat dan dinikmati oleh masyarakat luas.

"Sedang dicari bagaimana bentuk penyimpanannya karena memang sudah lapuk dimakan usia," tambahnya.

Selain bendera Pusaka Merah Putih, Kemendikbud juga merekomendasikan 20 benda (kawasan) lainnya menjadi cagar budaya nasional.

Ke-20 benda tersebut  Candi Borobudur, Kawasan Candi Prambanan, Galeri Nasional dan koleksi lukisan,  Museum Kebangkitan Nasional, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Benteng Vrederburg, Candi Muara Takus.

Selanjutnya, Jam Gadang, Kawasan Muara Jambi, Situs Sangiran, Tugu Monas, Naskah Negara Kertagama, Mahkota Sultan Bima, Arca Prajna Paramita, Temuan Emas Wonoboyo, Biola WR Supratman, Prasasti Kedukan Bukit, Kawasan Trowulan dan Museum Sumpah Pemuda dan Bendera Pusaka Merah Putih.

Wiendu lebih lanjut mengatakan pihaknya menarget tahun ini dari 21 cagar budaya  yang direkomendasikan tersebut, sebanyak 10 diantaranya bisa ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

Untuk itu, Kemdikbud sudah membentuk Tim Ahli Nasional Cagar Budaya yang terdiri dari 15 orang diketuai oleh Prof Endang Sumiarni, ahli hukum arkeologi dari Universitas Atmajaya Yogyakarta.

Pembentukan Tim ahli ini diperkuat melalui Keputusan Mendikbud no 29/P/2013 tentang Tim Ahli Nasional Cagar Budaya.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono