Kamis, 24 April 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 April 2014 | 17:58 WIB
Dari Seminar Internasional Asal-usul Suku Bangsa Nias
Melacak Jejak Orang Nias
Rabu, 27 Maret 2013 | 07:13 WIB
Dibaca:
|
Share:
BARRY KUSUMA Dalam bahasa Nias, Bawomataluo berarti bukit matahari. Dinamakan demikian karena desa ini terletak di ketinggian 400 meter di atas bukit.

JAKARTA, KOMPAS.com--Penelitian ilmiah tentang DNA orang Nias akan menjawab misteri tentang asal-usul suku bungsa ini hingga hijrah ke sebuah pulau mungil di pantai barat Sumatera. Penelitian ini dilaksanakan selama 10 tahun di Eropa tepatnya di Universitas Munster-
Jerman.

Data genetik pada penelitian ini terdiri dari 407 orang sebagai sampel. Darahnya diambil dan dibawa ke Eropa. Analisis genetika dilakukan di bawah persetujuan Erasmus MC etika komite. Salah satu pengamatan ilmiah tentang kromosom Y Nias yaitu haplogroup O-M119 dan O-M110. Frekuensi haplogroup O-M119 pada orang Nias adalah tertinggi dari seluruh wilayah Asia/Oseania yang diketahui sejauh ini.

Hasil penelitian genetika seluruhnya dipastikan bahwa orang Nias tidak ada hubungan genetikanya dengan suku-suku bangsa yang ada di Sumatera atau Jawa. Haplogroup O-M119 Nias ini berasal dari Neolitik Asia Timur, kemungkinan besar asal Austronesian. Haplogroup NRY Nias lainnya, O-M110 berasal dari Taiwan. Tentu saja pada seminar ini akan memperjelas kepada publik hasil penelitian DNA suku bangsa Nias tersebut.

Dari sudut pandang arkeologi, penelitian para ahli arkeologi telah mendapatkan kapak purbakala Nias. Setelah diuji dengan Carbon Dating, umur kapak tersebut mencapai 12.170 tahun yang lalu.
Hasil ujian carbon dating bersifat mutlak kebenarannya.

Sejauh ini, satu-satunya budaya Paleolitikum di kawasan Sumatera Utara adalah budaya Nias. Penyelenggara seminar mengundang segenap masyarakat Nias dan publik, para dokter, antropolog, sejarahwan, budayawan, para medis, dosen para guru, anggota DPR/DPRD, dan segenap masyarakat umum untuk mengikuti Seminar Internasional Asal-Usul Suku Bangsa Nias ini. Seminar ini dilaksanakan pada dua tempat yaitu:
1. Kabupaten Nias Selatan dilaksanakan pada Kamis s/d Jumat, tanggal 11 dan 12 April 2013 di Hall Defnas Nias Selatan.
2. Kota Gunungsitoli dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 13 April 2013 di Hall St. Yakobus Laverna Gunungsitoli.

Para pemakalah langsung penelitinya sendiri. DNA dibawakan oleh Mannis Van Oven dari Negeri Belanda. Pembandingnya adalah Dr. Sutopo dari Universitas Diponegoro-Semarang (ahli DNA tamatan Jepang). Sedangkan bidang Arkeologi dibawakan oleh Drs. Drs. K. Wiradnyana, MM. dan pembandingnya adalah Pater Yohannes Hammerle, pendiri Museum Pusaka Nias. Sekretariat Seminar di Gunung Sitoli terletak di Museum Pusaka Nias dan dapat dihubungi Intan Dwi Jayanti Zebua, Cell. 0853 7212 6380 atau Nata’alui Duha (082168275655).

Sedangkan di Kabupaten Nias Selatan yakni Jhon Firman, Cell 0852 7011 0964. Selain itu dapat menghubungi sekretariat di: Yayasan Gema Budaya Nias, di Jalan Diponegoro No. 36 (simpang Pasir Putih)- Teluk Dalam; Kampus USBM Teluk Dalam Gedung SMA Negeri 1 Telukdalam, Jln. Pendidikan No.13 Teluk Dalam – Nias Selatan atau melalui Dinas Pendidikan Kab. Nias Selatan dengan menghubungi Natalia Bago, S.H., cell. 082367247387.

Editor :
Jodhi Yudono