Minggu, 31 Agustus 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 31 Agustus 2014 | 05:31 WIB
Trick Art, Seni yang Memanfaatkan Manipulasi
Sabtu, 1 Desember 2012 | 23:18 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

Istimewa
Pameran Trick Art Japan 3 D Exhibition Sebagai bagian untuk memperkenalkan seni lukis Trick Art bagi pecinta seni di Indonesia, Trimitra Event menggelar pameran seni bertajuk Trick Art Japan 3 D Exhibition bertempat di Grand Indonesia, Jakarta selama dua bulan mulai 2 Desember 2012 hingga 3 Februari 2013 mendatang. Trick Art dikategorikan sebagai seni yang memanfaatkan manipulasi daya pandang manusia (optical illusion) dengan perpaduan warna, perspektif serta teknik pencahayaan yang detail sehingga terciptalah efek 3 D yang mencengangkan yang terbentuk dari rangkaian lukisan pada objek datar. Tampak dalam gambar, Mr. Kamiyama, perwakilan dari S.D. Corporation Jepang (kiri) tengah mengamati pengunjung yang sedang berpose di lukisan raksasa yang menimbulkan efek pengunjung tersebut seperti dimakan oleh sang raksasa.

JAKARTA, KOMPAS.com--Bertempat di Grand Indonesia, PT Baramulti Sugih Sentosa menggelar eksibisi seni  Trick Art yang didatangkan dari jepang. Eksibisi ini akan digelar selama 2 bulan, tepatnya dari tanggal 2 December 2012 sampai 3 Februari 2013 dan memamerkan koleksi karya seni ‘Trick Art’ yang sedang digemari di kancah internasional.

Trick Art dapat dikategorikan sebagai seni yang memanfaatkan manipulasi daya pandang manusia yang sering disebut sebagai optical illusion. Dengan perpaduan warna, perspektif serta teknik pencahayaan yang detail terciptalah efek 3D mencengangkan yang terbentuk dari rangkaian lukisan pada objek datar.

Tercipta di Jepang pada tahun 1980, Trick Art memanfaatkan tiga unsur utama dalam penciptaan ilusi penglihatan. Ilusi geometry yang mengacu pada konsep struktur benda, ilusi physiological yang merupakan proses antara otak dan mata serta ilusi yang mengedepankan rasa dan alasan yaitu ilusi psychology. Konflik antara tiga ilusi ini menciptakan sudut pandang, perasaan dan akirnya timbul apresiasi baru dan mengejutkan dalam melihat sebuah karya pada objek datar.

Sebagai pencinta karya seni lukisan dari era Renaissance, pria asal Yamagata, Jepang bernama Kenju Kazumune memiliki impian yang besar terhadap apresiasi seni lukis. Setelah mendirikan S.D. Corporation pada tahun 1987 yang menaungi para seniman, ia berhasil mempopulerkan seni lukis dan menarik perhatian banyak orang hingga saat ini, sekitar 20 juta orang telah menikmati karya seni kumpulan S.D. Corporation.

Usaha dari Kenju Kazumune membuahkan beberapa apresiasi dan penghargaan bertaraf internasional seperti didaftarkannya Trick Art dalam karya duni oleh Galeri Uffizi di Italia dan World Peace Foundation (WPF) memberikan penghargaan World Peace Prize of Art. Pada tahun 2004 Kementriaan Luar Negeri Jepang telah berhasil membantu memperkenalkan pameran Trick Art ke 180 negara di dunia.

Trick Art sebagai wadah edutainment yang menyenangkan, mengundang partisipasi penuh para pengunjung untuk menyentuh dan memotret diri dengan karya-karya tersebut. Eksibisi yang didukung oleh Nu Green Tea  dan BCA ini diharapkan dapat menyatukan beberapa komunitas diantaranya komunitas photography, cosplay, pelajar dan juga penggemar Trick Art.  Selain untuk untuk memamerkan salah satu bentuk seni modern di dunia, eksibisi ini juga diharapkan dapat memicu minat para pengunjung sehingga dapat mendorong berkembangnya seni  Trick Art di Indonesia. *)

Editor :
Jodhi Yudono