Kamis, 24 April 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 April 2014 | 08:15 WIB
Wayang in Symphony, Perpaduan Timur - Barat
Jumat, 23 November 2012 | 21:02 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com--Dalam rangka memperingati Ulang Tahun ke-25 Yayasan LONTAR Nusantara, bekerjasama dengan Orkes Simfoni Jakarta menggelar "Wayang in Symphony" The Concert pada Sabtu, 24 November 2012 pukul 19.30 WIB – selesai di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Jakarta

Pada acara tersebut juga akan dilangsungkan penyerahan hadiah pemenang kompetisi fotografi dan remix lagu bertema lakon wayang ‘Makutharama’ oleh Gubernur DKI Jakarta* serta konser ’Wayang in Symphony’ : 8 unsur Hasta Brata dari lakon wayang Makutharama

Sekilas Mengenai Wayang in Symphony – The Concert

Sebuah karya experimental yang timbul dari gagasan akan adanya Pemimpin yang "sempurna"seperti digambarkan dalam delapan sifat alam : 1. Bumi, 2. Api, 3.Air, 4. Angin, 5. Bintang, 6. Bulan, 7. Matahari dan 8. Awan. Ke delapan teladan sifat alam tersebut biasa disebut HASTA BRATA ( delapan laku utama ) dan ada di dalam cerita Wayang lakon Sri MAKUTHARAMA.

Ada kata 'WAYANG' dan ada kata 'SYMPHONY', perpaduan dua kata yang tidak lazim dan bahkan tidak pernah kita dengar. Mengawinkan "wayang"  yang berasal dari akar budaya Jawa dan "simfoni" yang berasal dari budaya Barat. Tapi di situlah letak daya tarik sekaligus tantangannya. Gamelan Jawa yang sifatnya "klenengan" dan ilustratif harus tampil "solistik" dimainkan oleh sebuah Orkes Simfoni  musik barat yang biasa memainkan karya-karya Mozart, Beethoven, Bach dan seterusnya. Untuk lebih men"Jawa"kan Orkes Simfoni tersebut maka ditambahkanlah instrument Kendang Gamelan Jawa serta Ki Dalang yang akan ber"suluk" dan juga Pesinden (vokalis yang ada di karawitan/gamelan Jawa).

Editor :
Jodhi Yudono