Selasa, 30 September 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 30 September 2014 | 18:48 WIB
BP3 Trowulan Teliti Temuan Candi di Lamongan
Kamis, 22 November 2012 | 09:53 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

LAMONGAN, KOMPAS.com--Tim arkeolog dari Balai Penelitian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto, meneliti temuan sebuah candi di Desa Siser, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Salah satu peneliti BP3 Trowulan Wicaksono Dwi Nugroho, Rabu mengatakan penelitian dilakukan dengan cara menggali tanah di sekitar temuan candi di Kecamatan Laren tersebut.

Dikatakannya, lokasi temuan candi berada di tengah sawah, atau berjarak satu kilometer dari Sungai Bengawan Solo yang melintas di Kecamatan Laren, Lamongan. "Bentuk candi yang kami teliti dan gali, berupa bangunan tua yang terbuat dari batu dan tersusun rapi di lahan pertanian," katanya.

Dwi menjelaskan penggalian sudah dilakukan sejak tiga hari lalu, dan telah menemukan yoni, atau batu yang berbentuk persegi dan biasa digunakan sebagai tempat pemujaan pada zaman dulu.

"Kami melakukan penggalian dengan radius empat meter dari titik temuan candi, tujuannya agar tidak merusak bentuk asli candi," katanya.

Dwi mengaku, BP3 Trowulan sementara tidak bisa menyimpulkan temuan candi itu berasal dari zaman mana, namun apabila dilihat dari bentuknya, diduga merupakan bangunan yang usianya lebih tua dari zaman Majapahit.

"Rencana proses penggalian akan kami lakukan sampai 25 November, sebab membutuhkan kehati-hatian dalam melakukan penggalian agar tidak merusak bentuk asli candi," katanya.

Sementara itu penemuan candi berawal dari warga setempat yang sedang mengerjakan pembuatan pematang sawah dengan alat berat, dan saat menggali tanah tiba-tiba menemukan tumpukan batu di sawah yang letaknya tak seberapa jauh dari Sungai Bengawan Solo.

"Saat melihat tumpukan batu, warga menghentikan pembuatan pematang sawah, dan melaporkan penemuan itu ke BP3 Trowulan di Mojokerto," kata salah satu warga bernama Supriyo.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono