Rabu, 1 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 1 Oktober 2014 | 02:52 WIB
Mahasiswa Bandung Berlatih Aksara Incung
Selasa, 20 November 2012 | 22:12 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

JAMBI, KOMPAS.com--Direktur Bina Potensia Kerinci-Jambi Budhi Vrihaspati mengatakan, pihaknya telah memberikan pelatihan aksara incung Kerinci kepada lima mahasiswa Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung pada Oktober 2012.

"Selain telah menyiapkan penerbitan buku tentang aksara incung Kerinci yang akan dipergunakan sebagai materi mata pelajaran muatan lokal di kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci, baru-baru ini juga telah memberikan workshop kepada lima mahasiswa STKS Bandung tentang cara tulis dan baca aksara incung tersebut," kata Budhi Vrihaspati di Jambi, Selasa.

Dikatakannya, kelima mahasiswa STKS Bandung tersebut adalah tiga mahasiswa asal Jambi, satu di antaranya adalah asal Kerinci, sementara dua mahasiswa lainnya berasal dari Kalimantan Barat dan Bangka Belitung.

"Mereka mengikuti pelatihan selama lima hari pada sore hingga malam hari tentang sejarah dan cara apa itu aksara incung serta cara tulis baca aksara yang merupakan warisan budaya Ptoto-Melayu di Kerinci tersebut," ujar Budhi.

Karena para peserta sangat antusias, kata dia, dalam waktu yang singkat itu, akhirnya kelima mahasiswa itu berhasil menguasai tulis baca aksara incung Kerinci yang memiliki khas berupa susunan suku kata itu dengan baik.

Bahkan, kelima mahasiswa tersebut telah mengatakan, selanjutnya akan turut memperkenalkan aksara incung yang telah dikuasainya tersebut kepada mahasiswa lainnya dan masyarakat di daerah mereka.

”Saat ini aksara incung menjadi semakin terjepit dalam budaya modern yang terus menggerus kehidupan masyarakat Kerinci-Jambi, sehingga saat ini hanya tersisa 4 orang tokoh masyarakat yang telah berusia uzur setempat yang masih bisa tulis baca aksara tersebut," ungkap dia.

Karena itu, pihaknya sebagai lembaga masyarakat yang bergerak di bidang kebudayaan mendorong segera dilakukannya revitalisasi. Salah satu caranya adalah dengan menyusun dan menerbitkan buku Aksara Incung-Kerinci yang dikerjakannya bersama penulis Yupnical Saketi.

Lalu menjadikannya materi pelajaran muatan lokal dari semua tingkatan sekolah mulai dari SD hingga SMA/SMK sederajat di Kota Sungaipenuh dan Kerinci. Selanjutnya menggencarkan pengenalan aksara itu kepada segenap lapisan masyarakat, khususnya masyarakat Jambi selaku pemilik kebudayaan tersebut.

"Dengan adanya upaya revitalisasi ini, kita mengharapkan selanjutnya keberadaan aksara incung ini dapat kembali di kenal dan dihayati oleh masyarakat sehingga berikutnya menjadi ciri khas daerah Kerinci seperti halnya aksara Jawa, aksara Arab, Aksara China dan lainnya yang begitu hidup di masyarakatnya," kata Budhi. 

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono