A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: file_get_contents(http://xml.kompas.com/data/banner_on_keyword/on_keyword.php) [function.file-get-contents]: failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found

Filename: controllers/read.php

Line Number: 346

Pelestarian Subak Perlu Kuatkan Peranserta Masyarakat - KOMPAS.com
Kamis, 18 Desember 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 18 Desember 2014 | 06:08 WIB
Pelestarian Subak Perlu Kuatkan Peranserta Masyarakat
Rabu, 7 November 2012 | 23:36 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
KOMPAS/AGUS SUSANTO Sistem Subak di Mangesta Sistem pengairan subak dan terasiring serta pupuk organik dari kotoran hewan diterapkan di Desa Mangesta, Penebel, Tabanan, Bali, Rabu (2/2/2011).

GIANYAR, KOMPAS.com--Berbagai upaya dilakukan dalam menjaga kelestarian daerah aliran sungai (DAS) Pakerisan untuk menunjang keberlangsungan Subak perlu dilakukan  penguatan dan peranserta masyarakat.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gianyar, Anak Agung Dalem Jagadhita mengatakan hal itu dalam sosialisasi dan diseminasi penguatan dan perlindungan sumber daya air di Kawasan Tirta Empul, Rabu.

Ia mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk menyamakan persepsi masyarakat terkait penetapan Subak di DAS Pakerisan sebagai warisan budaya dunia (WBD) oleh UNESCO.

Diharapkan nantinya masyarakat bersama pemerintah dapat menelorkan berbagai program nyata dalam melestarikan warisan budaya dunia ini. Pemerintah melalui lintas instansi akan berperan sebagai fasilitator.

Sedangkan masyarakat diharapkan menjadi pelaksana sekaligus pengontrol program pelestarian DAS Pakerisan.

Dalam kegiatan tersebut Masyarakat Desa Manukaya dan Tampaksiring sepakat membentuk lembaga kemasyarakatan yang konsen menjaga kelestarian DAS Pakerisan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Cok Rai Widiarsa menambahkan, langkah yang dapat diambil dalam upaya menjaga subak sebagai warisan budaya dunia diantaranya dengan merubah pola pikir masyarakat terkait pelestarian air dan tanah subak.

Alih fungsi lahan merupakan tantangan bersama dalam menjaga kelestarian subak. Masyarakat juga perlu membentuk suatu lembaga yang mewadahi komitmen pelestarian Subak maupun DAS Pakerisan.

Cok Rai menilai, lembaga adat sangat efektit dalam mengajak masyarakatnya sadar dan peduli terhadap pelestarian sumber daya air dan subak pada khususnya.

Dilain pihak, Stuart Scott, seorang pemerhati lingkungan yang turut menjadi pembicara mengatakan, saat ini kelestarian lingkungan khususnya air di Bali dihadapkan pada tiga tantangan besar yaitu ketergantungan terhadap plastik, pengelolaan sampah plastik, dan penggunaan pupuk buatan serta pestisida yang tidak ramah lingkungan.

Stuart mengatakan, plastik menjadi momok yang mengerikan karena disatu pihak kehidupan masyarakat Bali sudah sangat lekat dengan plastik, sedangkan dilain sisi sampah plastik telah mencemari tidak saja lingkungan, tapi tempat suci seperti pura.

Untuk itu Stuart memberikan beberapa solusi mengembalikan kehidupan masyarakat Bali yang ramah lingkungan, diantaranya mengurangi penggunaan plastik, pengolahan sampah plastik, melarang pembakaran plastik, serta menyetop penggunaan pestisida buatan yang terbukti sangat merusak alam.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono