Kamis, 2 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 2 Oktober 2014 | 23:27 WIB
Seni Budaya Bawa Indonesia Bersaing di Dunia
Selasa, 9 Oktober 2012 | 12:49 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

SLEMAN, KOMPAS.com--Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Syawal Gultom mengatakan, melalui seni dan budaya bangsa Indonesia akan mampu bersaing dengan negara-negara di dunia.

"Janganlah kita bersaing dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, karena negara kita akan ketinggalan. Namun dengan seni budaya maka kita akan mampu bersaing dan unggul dengan negara-negara di dunia," katanya di Yogyakarta Senin.

Syawal mengatakan hal tersebut saat membuka Festival Seni Internasional (FSI) di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Kesenian dan Budaya di Klidon, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

Menurut dia, tidak ada satu negara di dunia ini yang memiliki kekayaan seni dan budaya yang sangat beragam seperti yang dimiliki bangsa Indonesia.

"Jika seni dan budaya Indonesia tersebut dikembangkan dengan serius, maka Indonesia akan banyak dikenal di dunia melalui karya-karya seni maupun budayanya," katanya.

Festival Seni Internasional 2012 pada 8 hingga 12 Oktober 2012 dengan mengangkat tema "Seni untuk Pendidikan Karakter Bangsa" atau ’Art For Character Building’.

"Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan apresiasi dan ruang kreasi bagi guru seni dan budaya untuk menampilkan hasil karya terbaik mereka dalam rangkan meningkatkan dan mengembangkan kualitas pendidikan seni dan budaya," kata Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Kesenian dan Budaya Sardi.

Ia mengharapkan, dengan kegiatan itu guru-guru seni dan budaya dapat berkiprah pada lima aspek yang meliputi sosio edukasi, sosio budaya, sosio ekonomi, jati diri, dan komunikasi budaya.

"Selama FSI 2012 ini akan digelar dan disajikan karya seni guru, karya seni siswa serta pelaku seni. Kegiatan yang disajikan tersebut di antaranya Lomba dan Pameran Karya Guru Seni Budaya Bidang Seni Rupa, Lomba dan Pameran Karya Guru Seni Bidang Kriya, serta Lomba dan Festival Karya Guru Seni Budaya Bidang Pertunjukan," katanya.

Selain itu, akan digelar eksibisi Seni Pertunjukan Internasional yang akan menampilkan seniman maupun grup kesenian mancanegara dengan karya yang akan ditampilkan berupa karya perseorangan, grup, kolaborasi dengan seniman atau pelaku seni dari dalam negeri maupun kolaborasi dengan guru peserta diklat.

"Beberapa karya yang ditampilkan diharapkan dapat dijadikan pembanding sekaligus memperkaya perbendaharaan olah estetika," katanya.

Ia mengatakan, seni pertunjukan dari mancanegara yang akan tampil tersebut di antaranya "Milinium Thais Timor" (Timor Leste), "Jocelyne Montpetit" (Kanada), kolaborasi Mohd Yusoff Bakar (Malaysia) dan Guru Produktif Seni Teater, kolaborasi Anouk Wilke (Belanda), dan Guru Produktif Seni Tari.

"Selain itu dalam FSI 2012 ini juga akan digelar Seminar Internasional Pendidikan Seni, yang menyajikan tema ’Local Wisdom to Save The Earth’ yang bertujuan untuk mengindentifikasi kearifan lokal, perilaku dan produk seni budaya warisan sebagai bahan dasar pendidikan karakter bangsa," katanya.

FSI 2012 juga akan diisi dengan Lomba dan Pameran Lukis Anal, Festival Band, Workshop Game Tech dan Animasi, Pentas Seni Hiburan Masyarakat, serta Bazaar Seni.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono