Senin, 21 April 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 April 2014 | 11:32 WIB
Indonesia-Perancis Sepakati Kerja Sama Pengelolaan Museum
Penulis: Yunanto Wiji Utomo | Kamis, 20 September 2012 | 17:56 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
Kompas/Frans Sarong Staf Museum NTT di Kupang, Rabu (5/9/2012) sedang membenahi koleksi menyongsong Pekan Nasional Cinta Sejarah NTT di Kupang, 10-15 Septemmber 2012.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia menyepakati kerja sama pengelolaan museum dengan Perancis dalam Pertemuan Menteri Kebudayaan Asia Eropa (ASEM Culture Misnister Meeting) ke-5 yang berlangsung di Yogyakarta , 17 - 20 September 2012.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, dalam konferensi pers penutupan ASEM pada Rabu (19/9/2012). "Dengan Perancis, kita bekerja sama dalam mengelola museum. Mereka akan mengirimkan tenaga ahlinya ke Indonesia," kata Wiendu.

Dalam platform kerja sama tersebut, museum-museum di Indonesia akan dikelola dengan bantuan Perancis. Negara tersebut akan membantu pengelolaan museum secara teknis. "Jadi ini seperti anak angkat bapak angkat," ungkap Wiendu.

Kerja sama dengan Eropa dalam pengelolaan museum sangat penting. Eropa memiliki pengelolaan museum yang baik, berhasil menyulap museum menjadi bagian yang hidup dari kehidupan kota. Menurut Wiendu, kerja sama pengelolaan museum juga dijalin karena museum merupakan sentral dari upaya pelestarian kota budaya.

Selain dengan Perancis, Indonesia juga menyepakati kerjasama dengan Estonia, Swiss dan Belanda. "Dengan Cyprus, kita sudah sepakat menyelenggarakan festival film kebudayaan. Senin besok sudah akan bertemu untuk membahas," papar Wiendu.

ASEM kali ini mengangkat tema "Managing Heritage City for Sustainable Future". Pertemuan ini tidak hanya membahas dan menekankan perlunya konservasi kawasan bersejarah, tetapi peluang kota bersejarah untuk menghidupi warganya dan sebaliknya.

ASEM merupakan pertemuan dua tahunan. Tahun 2014 mendatang, telah disepakati bahwa pertemuan akan berlangsung di Belanda. ASEM berikutnya akan membahas lebih detail tentang industri budaya.

Editor :
Kistyarini