Selasa, 30 September 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 30 September 2014 | 22:50 WIB
Jaksa di Moskwa: "Innocence of Muslims" Film Ekstremis
Kamis, 20 September 2012 | 00:52 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
TRIBUNNEWS/HERUDIN Polisi membuat barikade dalam bentrokan dengan pengunjuk rasa dari Forum Umat Islam (FUI) di depan Kedubes Amerika Serikat Jakarta Pusat, Senin (17/9/2012). Unjuk rasa untuk memprotes film yang menjelekkan Islam berjudul The Innocence of Muslims yang dibuat di Amerika Serikat.

MOSKWA, KOMPAS.com — Pengadilan Negeri Tverskoy Moskwa akan mempertimbangkan segera permohonan penuntut umum Moskwa untuk mengonfirmasi film Innocence of Muslims sebagai film ekstremis, yang telah menarik tanggapan luas di masyarakat, kata sekretaris pers pengadilan Murad Dalgarov, Selasa (18/9/2012). "Permohonan itu telah disampaikan kepada pengadilan pada 17 September," katanya.

Menurut prosedur pengadilan, pengadilan sebelumnya memiliki lima hari untuk melakukan dengar pendapat.

Seperti diketahui, film tentang Nabi Muhammad SAW ini disiarkan di layanan YouTube, dan beberapa negara Muslim, termasuk Libya, Mesir, Tunisia, dan Sudan, mengalami gelombang protes anti-Amerika.

Duta Besar AS dan tiga diplomatnya tewas di Konsulat AS Benghazi, Libya. Seorang wartawati Italia, Senin, mengatakan, film buatan AS yang anti-Islam itu melukai perasaan pengikut semua agama.

Dalam satu wawancara eksklusif dengan IRNA, Antonella Ricciardi mengatakan, film semacam itu ditujukan untuk mengobarkan konflik agama.

Film tersebut, kata wartawati itu, menghujat Nabi Muhammad SAW dan membuat marah umat Muslim di seluruh dunia.

Saat merujuk kepada peran pemimpin agama dalam masyarakat yang berbeda di dunia, penulis Italia tersebut menyerukan kepada lembaga-lembaga internasional agar memerangi ekstremisme dan membela kesucian agama.

Ia juga mengatakan, Pemerintah AS mesti bertanggung jawab untuk melakukan tindakan hukum terhadap pembuat film anti-Islam tersebut.

Ia berpendapat protes di seluruh dunia terhadap film anti-Islam itu sebagai reaksi yang beralasan.

Pada Senin, seorang tokoh agama di Pakistan mengutuk keras penayangan film anti-Islam tersebut dan menyatakan bahwa perbuatan itu memalukan dan telah menambah besar kebencian umat Muslim terhadap rezim Zionis dan AS.

Dalam percakapan dengan IRNA, Wakil Kepala Jamiat Ulama-e-Islam Pusat Maulana Gul Naseeb Khan menyeru Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) agar tampil dengan suara lantang dalam menentang film yang menghujat Nabi Muhammad SAW tersebut.

"OIC mesti mencerminkan perasaan umat Muslim, yang dilukai oleh film yang asusila tersebut," kata Naseeb Khan. (ANTARA/Itar-Tass/IRNA-OANA)

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono