Kamis, 17 April 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 April 2014 | 22:54 WIB
Sukabumi Lestarikan "Kaulinan Barudak"
Rabu, 19 September 2012 | 19:13 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

SUKABUMI, KOMPAS.com--Disporabudpar Kota Sukabumi terus berupaya melestarikan kebudayaan daerah seperti kaulinan barudak atau mainan anak-anak yang hampir punah keberadaannya karena terkikis dari kebudayaan luar dan modern.

"Kebudayaan asli Sunda sudah hampir punah, maka dari itu sesuai progam andalan, kami berupaya terus melestarikan kebudayaan seperti kaulinan barudak," kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Sukabumi, Beni Haerani kepada wartawan, Rabu.

Menurutnya Beni, kebudayaan tradisional merupakan citra bangsa ini, maka perlu adanya progam pelestarian di tengah gempuran kebudayaan asing dan modern yang sudah melupakan ciri khas budaya setiap daerah. Maka dari itu, progam pelestarian ini dilakukan dengan cara menggelar Pasanggiri Kreasi Seni Kaulinan Budak Lembur.

Lebih lanjut, acara tersebut digelar oleh pihaknya setiap waktu seperti yang dilakukan belum lama ini. Selain itu, kegiatan ini difokuskan kepada anak yang masih bersekolah di tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar."Tujuannya digelar acara seperti ini secara rutin, untuk mengenalkan anak-anak kepada kebudayaan asli daerahnya, yang sudah terkikis dengan kebudayaan dari luar negeri," tambahnya.

Dikatakannya, pelestarian kebudayaan ini sesuai aplikasi dari Peraturan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2003, serta program Disporabudpar Kota Sukabumi 2012, agar kebudayaan seperti ini tidak punah dan bisa menjadi objek wisata untuk menarik datang wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

"Diharapkan dengan adanya pelestarian seni dan kebudayaan tradisional ini, bisa juga menambah pendapatan asli daerah (PAD) khususnya dari dunia pariwisata," kata Beni.

Sementara, Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Disporabudpar Kota Sukabumi, Alfini mengatakan, eksistensi seni tradisional pada saat ini mengalami penurunan yang cukup drastis, akibat pengaruh budaya asing. Selain itu, kurang mendapatnya perhatian dari masyarakat, khususnya dari generasi muda.

"Dengan rutinnya pergelaran acara kebudayaan daerah diharapkan generasi muda, dapat mencintai sekaligus melestarikan dan menumbuhkembangkan seni budaya Sunda," kata Alfini.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono