LONDON, KOMPAS.com--Misi kesenian Bali yang diketuai I Wayan Sujana mengadakan serangkaian pertunjukan dengan menampilkan berbagai tari-tarian yang dibawakan 14 anggota kelompok "Rarekual" asal Bali di negara bagian Nord Rhein Westfalen, Jerman.
Siraman rintik hujan dan udara dingin tidak membuat warga Jerman mengurungkan niat menonton pertunjukan tarian Bali di Brühl, kota kecil 17 km di selatan kota Köln, ujar Konsul Pensosbud KJRI Frankfurt, Hendriek Yopin, kepada ANTARA London, Jumat.
Dikatakannya tidak kurang dari 130 orang memadati gedung Galerie am Schloss, termasuk Wakil Walikota Brühl Therese Brämer didampingi suami yang memberikan kata sambutan.
Menurut Ketua Perhimpunan Indonesia Jerman, Deutsche Indonesische Kulturfreunde e.V. (DKF) Supadyono Hardjosuwito, pertunjukan tarian Bali yang pertama kalinya di kota Brühl telah lama dinanti-nantikan oleh penduduk setempat.
Penampilkan kesenian Bali dibagi dalam dua bagian yang pertama tari Banten Sari Sekatian, Palawakaya, Topeng Jago, Tabuh Bebarongan, Tabuh Batur Sari, Legong Kraton, Jauk Manistanz, dan ditutup dengan Arza Muani.
Konjen RI di Frankfurt Damos Agusman, menyampaikan kepuasan terhadap antusiasme dan besarnya respon yang yang ditunjukkan penonton yang hadir. Untuk kota seukuran Brühl, menurut Damos, acara ini sudah termasuk dalam kategori sukses.