Sabtu, 25 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Oktober 2014 | 14:44 WIB
Festival Serayu 2012 Digelar di Tepian Sungai
Jumat, 14 September 2012 | 03:09 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Sungai Serayu

PURWOKERTO, KOMPAS.com--Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Banyumas, Jawa Tengah, segera menggelar Festival Serayu 2012 di sekitar Bendung Gerak Serayu, Kecamatan Rawalo, pada 15-16 September.

"Kegiatan ini sebagai upaya memberdayakan masyarakat setempat khususnya para penambang pasir dalam mendukung pengembangan potensi wisata di Sungai Serayu," kata Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Banyumas Suwondo di Purwokerto, Kamis.

Ia mengatakan, rangkaian kegiatan dimulai Sabtu (15/9) dan akan diisi pameran industri kecil yang dikembangkan oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Kecamatan Rawalo serta acara hiburan.

Menurut dia, kegiatan dilanjutkan Minggu (16/9), pukul 08.30 WIB, dengan acara karnaval perahu pasir (perahu penambang pasir, red.) yang ditargetkan akan diikuti 50 perahu.

"Hingga saat ini sudah ada 30 perahu yang mendaftar. Perahu-perahu tersebut akan dihias dengan berbagai hiasan yang menunjukkan budaya lokal dan penumpangnya juga menggunakan pakaian tradisional serta membawakan kesenian tradisional karena akan dilakukan penilaian," katanya.

Ia mengatakan, karnaval perahu pasir ini akan mengambil rute dari dipo pasir di Desa Sokawera, Kecamatan Patikraja, menuju Bendung Gerak Serayu di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, sejauh 11 kilometer.

Usai karnaval perahu pasir, kata dia, kegiatan dilanjutkan dengan lomba balap perahu pasir di sekitar Bendung Gerak Serayu dan akan diikuti para penambang pasir serta atlet-atlet dayung lokal.

Menurut dia, lomba balap perahu pasir ini mempunyai keunikan tersendiri karena perahu yang digunakan merupakan perahu tradisional yang biasa digunakan untuk mengangkut pasir sehingga lebih berat dibanding perahu yang biasa digunakan dalam olahraga dayung.

"Ini perahu tradisional, perahu pasir biasanya lebih berat. Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan hiburan bagi masyarakat serta mendukung promosi pariwisata Banyumas khususnya di sekitar Bendung Gerak Serayu," katanya.

Ia mengharapkan, investor akan tertarik mengembangkan potensi pariwisata Sungai Serayu jika festival ini rutin diselenggarakan.

Dengan demikian, kata dia, keberadaan objek-objek wisata baru di sekitar bantaran Sungai Serayu dapat mendukung keberadaan Objek Wisata Pemandian Kalibacing yang berada di sekitar Bendung Gerak Serayu.

Berdasarkan catatan Antara, peserta lomba balap perahu pasir pada Festival Serayu 2011 menggunakan peralatan sederhana karena dayung yang mereka pergunakan terbuat dari kayu dan bambu.

Peserta lomba harus mengarungi lintasan sepanjang 300 meter pergi pulang di sekitar Bendung Gerak Serayu.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono