Sabtu, 1 November 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 1 November 2014 | 18:41 WIB
Bibit: Pernyataan "Jaran Kepang" di Magelang Benar
Jumat, 14 September 2012 | 02:57 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Grup Jathilan Protes ke Gubernur-Grup kesenian jathilan atau kuda lumping pentas di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang sebagai bentuk aksi protes dan keprihatinan, Rabu (12/9/2012). Aksi ini menyikapi komentar Gubernur Jawa Tengah yang menganggap kesenian jathilan jelek tidak layak dipentaskan dalam forum resmi. Grup kesenian ini meminta Bibit Waluyo meminta maaf.

SEMARANG, KOMPAS.com--Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menegaskan, pernyataannya tentang penampilan kurang bagus kesenian Jaran Kepang saat pembukaan "The 14th Merapi and Borobudur Senior’s Amateur Golf Tournament Competiting The Hamengku Buwono X Cup" di Magelang, Minggu (9/9), tidak salah.

"Benar, di forum internasional tetapi tampil kurang bagus," kata gubernur saat halal bihalal Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat di Semarang, Kamis.

Ia mengaku tidak rela kesenian tersebut tampil kurang bagus, karena akan memengaruhi citra program "Visit Jateng 2013". "Gamelan diikat pakai plastik, memalukan," tegasnya.

Padahal, kata dia, jika yang ditampilkan lebih bagus, tentunya akan membanggakan.

Meski demikian, dia tidak khawatir terhadap berbagai kritikan yang disampaikan melalui media massa. "Silakan dihantam di media, saya anggap angin lalu," katanya.

Dulu, menurut dia, kritikan serupa juga disampaikan terkait kemunculan mobil Esemka.

Ia berpendapat, untuk menjadi pemimpin Jawa Tengah harus kuat mengingat berbagai kondisi dan tantangan yang dihadapi.

Sebelumnya, pegiat seni yang tergabung Komunitas "Ebeg" (kuda kepang, red.) Banyumas, berunjuk rasa menuntut permintaan maaf Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo atas pernyataannya yang dinilai melecehkan kesenian kuda kepang.

Selain itu, puluhan seniman Jathilan atau Jaran Kepang "Kridho Turangga" Magelang juga menggelar aksi keprihatinan di depan gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang.  

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono