Severity: Notice
Message: Undefined variable: url_twitter
Filename: views/read_view.php
Line Number: 93
GIANYAR, KOMPAS.com - Bentara Budaya Bali memutar film Angin Rumput Savana yang berlatar kehidupan masyarakat Sumba, Nusa Tenggara Timur, sebagai rangkaian kegiatan menutup Pekan Budaya Sumba di Gianyar, Jumat (7/9/2012) malam ini.
"Film ini merupakan karya Garin Nugroho, salah satu sutradara terkemuka di Tanah Air," kata Juwitta Katrina Lasut, staf Bentara Budaya Bali di sela-sela pemutaran film tersebut.
Film Angin Rumput Savana mengisahkan tentang Wulang, seorang gadis Sumba yang memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya, setelah sekian waktu mengenyam pendidikan kedokteran di Jakarta.
Padang savana dengan rerumputan dan angin yang berembus, mengingatkannya pada masa kecilnya di Sumba. Akan tetapi, kontrasnya perbedaan kultur dan gaya hidup yang ia rasakan ketika hidup di Jawa dengan di Sumba, membuat Wulang harus memutuskan pilihan berat untuk tetap tinggal di Sumba atau kembali ke Jawa.
Film ini dibintangi oleh beberapa artis berkarakter seperti Maudy Koesnaedi, Unique Priscilla, dan Renny Djayusman.
Film yang dirilis pada tahun 1997 itu juga sempat meraih penghargaan sebagai film televisi terbaik Festival Film Singapura ke-10, serta nominasi di ajang Piala Vidia FSI 1997.
Pekan Budaya Sumba berlangsung dari 24 Agustus hingga 7 September 2012 yang digelar di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar.
Sumber: Antara