Kamis, 17 April 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 April 2014 | 19:41 WIB
Majene Bentuk Tim Dokumentasi Budaya dan Sejarah
Kamis, 6 September 2012 | 14:37 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

MAJENE, SULBAR, KOMPAS.com--Pemerintah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat melalui Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (KPAD) membentuk tim dan mendokumentasikan sejumlah kebudayaan dan sejarah untuk menelusuri alur sejarah dan budaya Mandar di Majene.

Kepala Bidang Dokumentasi KPAD Majene, Haeran Samad di Majene, Rabu, mengatakan penelusuran alur sejarah dan budaya Mandar yang pernah mewarnai perjalanan kabupaten itu sangat penting untuk didokumentasikan, sebab hal tersebut dapat menjadi referensi bagi warga.

"Meskipun langkah ini terlambat dilakukan, namun bukan merupakan masalah sebab kita bisa kembali menelusuri beberapa kebudayaan dan sejarah Mandar. Jika prosesnya selesai ini sangat bermanfaat, khususnya kalangan mahasiswa dan pelajar yang membutuhkan pengetahuan seputar sejarah dan kebudayaan daerahnya," ungkapnya.

Dia mengatakan, dokumentasi ini bertujuan menguak kembali nilai serta etika yang pernah diwariskan oleh para pelaku sejarah, sebab selama ini generasi penerus seperti kehilangan identitasnya.

Selain itu, kata Haeran, langkah tersebut untuk mengetahui keterkaitan sejarah dan kebudayaan Majene dengan kabupaten lain. Secara teknis dokumentasi akan dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah benda pusaka.

"Hasil dokumentasi yang kita kumpulkan selanjutnya akan disimpan di KPAD dan memberikan kesempatan kepada setiap pengunjung untuk dapat mengaksesnya sebagai salah satu referensi," ujarnya.

Dikhawatirkan, jika tidak ada upaya untuk mendokumentasikan seluruh nilai maupun peninggalan sejarah serta kebudayaan Majene, generasi muda semakin melupakan budayanya, digantikan nilai dan budaya yang tidak mencerminkan sebagai bangsa Indonesia maupun sebagai warga Majene.

Haeran mengatakan, derasnya pengaruh budaya pop maupun budaya Barat selama ini sangat mengancam eksistensi budaya lokal dan hal itu perlahan secara pasti akan semakin hilang jika tidak segera diantisipasi.

"Harapan kami sangat besar untuk mengembalikan beberapa nilai dan pesan budaya yang mulai dilupakan akibat tidak adanya referensi. Minimal, pendokumentasian ini memberi pemahaman kepada warga terkait besarnya nilai yang terkandung dalam budaya Mandar di Majene," katanya. 

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono