YOGYAKARTA, KOMPAS.com--Tim Ahli Konservasi Budaya dari Jepang bersama dengan Pemerintah Daerah Kyoto siap membantu melestarikan kawasan warisan budaya di Kota Yogyakarta.
Kesediaan tersebut disampaikan Tim Konservasi Budaya Jepang yang dipimpin Kunihiko Uno PhD saat bertemu dengan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Rabu.
Tim ahli Konservasi Budaya Jepang ini terdiri atas sejumlah ahli dari beberapa universitas ternama di Jepang di antaranya ahli bangunan tahan gempa dan ahli perencanaan tata kota.
Dalam kunjungan ke Yogyakarta tersebut mereka didampingi tim dari Jaringan Masyarakat Budaya Nusantara (JMBN).
Pimpinan Rombongan Kunihiko Uno mengatakan, pemilihan Kota Yogyakarta dalam program pelestarian cagar budaya ini karena di Kota Yogyakarta mempunyai banyak kawasan budaya yang harus dilestarikan. "Selain itu Kota Yogyakarta telah dianggap sebagai salah satu "world heritage city"," katanya.
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan Pemerintah Kota Yogyakarta menyambut baik rencana kerja sama dalam pembangunan dan pelestarian kawasan cagar budaya di Kota Yogyakarta yang dilakukan masyarakat Jepang.
"Kami berharap ini akan bermanfaat dalam kegiatan pelestarian kawasan budaya sebagai bagian penting dari keistimewaan Yogyakarta," katanya.
Ketua jaringan Masyarakat Budaya Nusantara Priyo Mustiko menjelaskan konservasi budaya ini akan dimulai dari kawasan Kotagede dan nantinya akan meluas ke kawasan yang lain yang berpotensi seperti keraton, Pakualaman, Kotabaru, Ketandan, dan Malioboro.
"Kalau seluruh komunitas di kawasan-kawasan tersebut mempunyai kesadaran tinggi untuk melestarikan nilai budaya saya kira akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk Kota Yogyakarta, sebagai bagian dari impian untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai ’world heritage city’.
Kerja sama dengan berbagai pihak harus dilakukan, dan patut disambut baik Tim Konservasi Budaya dari Jepang ini siap membantu," katanya.