A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: file_get_contents(http://xml.kompas.com/data/banner_on_keyword/on_keyword.php) [function.file-get-contents]: failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found

Filename: controllers/read.php

Line Number: 346

Fadli Zon Luncurkan Detik-detik Kematian Kartosoewirjo - KOMPAS.com
Kamis, 23 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Oktober 2014 | 18:01 WIB
Fadli Zon Luncurkan Detik-detik Kematian Kartosoewirjo
Rabu, 5 September 2012 | 22:59 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

istimewa

JAKARTA, KOMPAS.com--Penulis yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, pada Rabu, meluncurkan buku terbarunya "Hari Terakhir Kartosoewirjo : 81 Foto Eksekusi Mati Imam DI/TII" di Jakarta.

Buku yang berisi 81 foto tersebut menggambarkan aktivitas lelaki yang bernama lengkap Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo sebelum dieksekusi di Pulau Ubi pada 5 September 1962.

"Foto-foto yang ada dalam buku itu sebenarnya juga ada di Arsip Nasional, namun sampai sekarang belum dibuka untuk publik," ujar Fadli Zon.

Dalam foto-foto itu, terlihat jelas Kartosoewirjo dipertemukan dengan istri dan lima anaknya di Kejaksaan Agung. Juga, diperlihatkan Kartosoewirjo melakukan makan bersama untuk terakhir kalinya dan menuliskan surat wasiat.

Kartosoewirjo juga melakukan salat Taubat sebelum dieksekusi. Hal yang cukup mengejutkan adalah Kartosoewirjo sebelum dieksekusi Kartosoewirjo mencopot jam Rolex miliknya.

"Tentu kita tidak menyangka karena selama ini tokoh yang memiliki jam Rolex hanya Sutan Sjahrir."

Fadli Zon menambahkan peluncuran buku itu bertepatan dengan 60 tahun kematian tokoh DI/TII itu.

"Agar apa yang terjadi di masa lalu diketahui masa kini. Termasuk makam Kartosoewirjo yang banyak mengira di Pulau Onrust, padahal sebenarnya di Pulau Ubi," jelas Fadli yang mengaku mendapatkan buku itu dari juru lelang.

Sementara itu, putra bungsu Kartosoewirjo, Sardjono Kartosoewirjo, mengatakan sangat berterimakasih dengan adanya foto-foto itu.

"Dengan adanya foto-foto itu membuktikan bahwa tidak benar yang mengatakan bapak saya tembus peluru seperti yang disebutkan beberapa literatur," jelas Sardjono yang ketika eksekusi itu terjadi berumur lima tahun.

Sardjono mengatakan pihaknya belum terpikir untuk menuntut apa-apa atas kematian ayahnya itu, karena menurut ajaran orang tuanya kematian hanyalah perpindahan roh saja.

Kartosoewirjo dikenal sebagai tokoh yang memproklamirkan Negara Islam Indonesia (NII) pada 1947 sebagai bentuk kekecewaannya dengan pemerintah pusat yang menandatangani perjanjian Renville.

Kartosoewirjo dieksekusi ketika berumur 57 tahun oleh regu tembak yang terdiri dari 12 orang tentara. Tokoh kharismatik tersebut tewas dan dimakamkan di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono