Jumat, 31 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 31 Oktober 2014 | 21:49 WIB
Yuk, Lihat Balapan Perahu Tradisional Mandar
Jumat, 31 Agustus 2012 | 10:59 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
Kompas/Aswin Rizal Harahap Dua orang nelayan Mandar tengah menguji kecepatan perahu sandeq sebelum digunakan balapan dalam ajang Sandeq Race di perairan Desa Tangnga -Tangnga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Nelayan Mandar kini memanfaatkan sandeq untuk balapan, bukan mencari ikan seperti yang dilakukan leluhur mereka dahulu.

MAMUJU, KOMPAS.com - Lomba perahu tradisional Mandar "Sandeq Race" 2012 kembali digelar 31 Agustus- 6 September 2012 melewati empat etape dari pantai Mamuju dan finis di pantai Bahari Polewali Mandar.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Diporabudpar) Sulbar, M. Karim di Mamuju, Kamis (30/8/2012), mengatakan  tahun ini, lomba tersebut hanya digelar hingga Polewali. Hal tersebut sebagai salah satu upaya agar wisatawan masuk ke daerah ini dan tidak hanya berada di Makassar pada saat Sandeq mencapai finish.

Tahun sebelumnya etape Sandeq Race mengambil titik start di Pantai Manakarra Mamuju dan finish di Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan. Sedangkan tahun ini para peserta cukup melewati hingga berakhir pada empat etape saja.

"Artinya, kegiatan Sandeq Race sebagai kekayaan budaya maritim Mandar tak akan lagi dibawa ke kota Makassar. Ini dilakukan berdasarkan masukan dan pertimbangan dari panitia agar lomba ini hanya berakhir di wilayah Polman,"kata Karim.

Selain itu, lanjutnya, perubahan etape ini juga akan memberikan dampak ekonomi yang positif. Sebab, kata Karim, dana yang digunakan selama masa lomba Sandeq Race tidak dibuang keluar daerah melainkan dibelanjakan di daerah sendiri.

"Alasan terakhir, untuk mempertegas bahwa Sandeq Race merupakan milik Sulbar," tambahnya.

Sebelumnya, ia menuturkan bahwa persiapan kegiatan lomba Sandeq Race ini telah rampung dan bahkan panitia telah melakukan lomba pada nomor segitiga mengarungi perairan Mamuju.

"Sebelum nomor marathon digelar maka diawali kegiatan lomba segitiga yang diikuti 31 peserta atau "passande","katanya.

Ia mengungkapkan lomba Sandeq Race nomor marathon ini akan dilepas gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh dan akan dihadiri Direktur Promosi Dalam Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, M. Farid.

Karim menuturkan, kegiatan Sandeq Race tahun ini berkurang dari jumlah peserta tahun lalu dengan jumlah Sandeq mencapai 45.

"Jumlah peserta tahun ini berkurang, Ini juga karena beberapa Passandeq masih banyak yang berada di luar daerah dan belum sempat hadir pada kegiatan ini,"ungkapnya.

Selain itu kata dia, beberapa perahu Sandeq tidak ikut akibat banyak perahu tua yang tidak lagi layak untuk diikutsertakan dalam lomba ini. Ia menuturkan, peserta lomba akan mengarungi perairan selat Makassar dengan melalui empat etape yakni etape pertama dari Mamuju-Deking pada 31 Agustus.

Kemudian, kata Karim, etape kedua akan berlangsung dari Deking-Somba pada 2 September dan etape ketiga dimulai dari Somba ke Majene dan etape terakhir yakni dari pantai Majene menuju pantai Bahari Polman pada 6 September 2012.

"Banyak hal yang berbeda pelaksanaan sandeq Race dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yakni terkait rute para peserta lomba atau "Passande" mengalami perubahan,"katanya.

Karim menambahkan, 31 peserta yang ambil bagian ini diantaranya Sandeq Radhitya, Merdeka, Masya Allah, Hairul Umam, Surya Persada, Putra Sulbar, Tintilingan, Siamasei, Sabe Mandar 2, Rajawali, Berkah Alam, Teluk Mandar, Dewi Fortuna dan Padarana Balanipa.

Kemudian Sandeq Arrawungan Putri Ratu Pantai, Halilintar, Bintang Timur, Cahaya Ramadhan, Angin Pammase, Harapan Baru, Eezek 1, Cahaya Rezki, Cahaya Mandar, Damri, Bina Bahari, Brest Perancis, Sempurna, Dondori, Mandala Bintang Timur, Paindo Saldi dan Merpati.

 

Sumber :
Editor :
kadek