Senin, 1 September 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 1 September 2014 | 18:12 WIB
Lukisan "Pangeran Panji Asmorobangun" Dipajang di Rusia
Kamis, 30 Agustus 2012 | 20:48 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

LONDON, KOMPAS.com--Cerita Panji Asmorobangun ditampilkan dalam sebuah lukisan raksasa di Ibukota ujung dunia, Moskow selama sebulan dalam rangka keketuaan Indonesia di APEC tahun depan sebagai tebar pesona di Rusia.

Pameran lukisan Panji berukuran 1 x 60 m tersebut diselenggarakan atas kerjasama Museum Dekorasi dan Kerajinan Rakyat, Museum Kesenian Timur dan Teater Akademi Boneka S.V. Obrastsov, ujar Sekretaris I Pensosbud KBRI Moskow, Lailal K.Yuniarti kepada ANTARA London, Kamis.

Pameran diselenggarakan dalam menyambut KTT APEC di Vladivostok, tanggal 2 sampai 9 September dan keketuaan Indonesia tahun 2013.

Duta Besar Djauhari Oratmangun dalam sambutannya mengatakan bahwa cerita Panji dan wayang hanya merupakan sebagian kecil dari kebudayaan Indonesia yang sangat beragam sebagaimana juga keberagaman seni dan budaya Rusia.

"Jika ingin mengetahui lebih banyak mengenai seni dan budaya Indonesia, maka berkunjung ke Indonesia merupakan cara terbaik untuk mengenal seni budaya Indonesia secara langsung," ujar Dubes Djauhari Oratmangun yang disambut tepuk tangan meriah dari hadirin yang mengikuti acara pembukaan pameran.

Tidak hanya itu, Dubes Djauhari Oratmangun juga melengkapi kekaguman hadirin dengan mempersembahkan tarian kontemporer Indonesia yang dibawakan oleh tiga pelajar dari Sekolah Indonesia Moskow.

Tari Burung yang ditampilkan secara aktraktif dengan musik pengiring yang rantak mengiringi gerak-gerik penari yang melenggak lenggok dan mengepakkan sayap laksana burung tersebut membuat hadirin berdecak kagum.

Lukisan Panji berukuran raksasa tersebut merupakan proyek Budayawan Taufik Razhen, dari Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Bali dengan warna dasar krem ini terdiri dari 23 episode yang masing-masing berisi kisah percintaan antara Panji Asmorobangun (dari Kerajaan Jenggala, Kediri) dan Putri Candrakirana atau Dewi Sekartaji (dari Kerajaan Daha).

Cerita rakyat yang berkembang di Jawa Timur pada abad ke-7 hingga abad ke-15 ini bagaikan kisah Romeo dan Juliet pada era modern, yang mengisahkan cerita cinta antara dua muda-mudi yang dimabuk asmara. Ke-23 episode tersebut dilukis dalam dua sisi kain selebar satu meter dan panjang 60 meter dengan warna-warni yang sangat menarik.

Epos Panji yang berkembang dari Jawa Timur kemudian menyebar ke berbagai wilayah nusantara seperti Bali, Sunda, Lombok, Kalimantan hingga Melayu) ini merupakan epos yang tidak kalah menarik dibandingkan epos Ramayana atau pun Mahabarata meskipun popularitasnya tidak setenar kedua epos tersebut.

Mungkin karena pada awalnya cerita rakyat Panji ini tertutup dikalangan masyarakat Jawa Timur sebelum akhirnya menyebar melalui penuturan lisan hingga ke wilayah Melayu bahkan ke Asia Tenggara.

Lukisan raksasa berisi kisah Panji yang dipamerkan tersebut sangat menarik perhatian pengunjung, selain karena ukurannya yang luar bisa juga karena lukisan di tiap-tiap episode yang dibuat sangat menarik dan detil.

Tokoh Panji digambarkan dengan ciri khas topinya yang disebut "tekes", badan bagian atas tidak mengenakan pakaian sedangkan bagian bawahnya menggunakan kain yang dilipat-lipat hingga menutupi paha. Dalam lukisan tersebut sang Pangeran dari Kerajaan Jenggala, Kediri ini bagaikan sedang menebarkan pesonanya kepada setiap pengunjung pameran.

Untuk melengkapi lukisan Panji, yang di Indonesia juga sering menjadi tokoh dalam pertunjukan wayang baik wayang kulit hingga wayang klithik, serta tari topeng yang berkembang di beberapa daerah seperti Cirebon dan Indramayu, pihak Museum juga menampilkan sejumlah wayang dan topeng.

Tokoh-tokoh pewayangan yang ditampilkan cukup lengkap, mulai dari Arjuna, Bima, Gatot Kaca, Dewi Drupadi hingga si Cepot dari Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Direktur Museum, Alexander Sysoenko menyampaikan penghargaannya karena akhirnya pameran ini dapat berlangsung meskipun pada awalnya sempat mengalami sedikit hambatan saat membawa lukisan ini ke Rusia mengingat ukurannya yang tidak biasa.

Di dalam ruang pamer dimana lukisan Panji dipajang, pengunjung juga bisa langsung mencoba memainkan alat musik angklung dan gamelan yang disiapkan KBRI Moskow dan diikuti secara antusias oleh pengunjung dan media yang hadir saat itu.

Rasa penasaran tamu undangan terhadap Indonesia semakin besar setelah mencicipi kue-kue kecil khas Indonesia termasuk kerupuk udang yang membuat lidah ketagihan untuk mencicipi.

Pameran lukisan Andaken Penurat-Young Prince-Panji yang dibuka tanggal 28 Agustus lalu ini direncanakan akan diadakan hingga akhir September untuk selanjutnya akan dibawa berkeliling ke beberapa kota lainnya termasuk Vladivostok dan Saint Petersburg.

Selain dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kebudayaan Rusia dan tamu undangan lain, acara pembukaan pameran juga dihadiri oleh puluhan wartawan Rusia baik media cetak maupun elektronik.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono