Jumat, 1 Agustus 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 1 Agustus 2014 | 06:39 WIB
Situs Megalit di Cianjur Akan Diperbaiki
Rabu, 29 Agustus 2012 | 00:36 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
Ray Bachtiar/Dok FMPSM Ilustrasi: FMPSM (Forum Masyarakat Peduli Situs Megalith Gunung Padang) dan HW Project menampilkan hal lain dalam tradisi ngabungbang, Sabtu (7/7/2012). Selain berdoa dan berzikir, akan diadakan juga pementasan kesenian yang diisi tujuh kelompok seniman.

CIANJUR, KOMPAS.com--Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berencana merenovasi dan melakukan perbaikan fasilitas yang ada di Situs Meghalit Gunung Padang, guna menunjang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Cianjur Suranto saat meninjau situs itu, Selasa, bersama Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf. AM. Putranto, dan Kakorwil Bogor Kombes Aneka serta Dandim 0608/Cianjur Letkol Kav. J. Argananto.

Suranto mengatakan untuk  memelihara, merenovasi dan memperbaiki fasilitas di kawasan tersebut, bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah. Namun, harus bekerja sama dengan masyarakat setempat.

Selain itu, dia meminta, agar masyarakat setempat, dalam meningkatkan kesejahteraannya di lingkungan situs, tidak menghilangkan keaslian seni dan budaya yang ada di situs purbakala tersebut.

"Silakan mencari kesejahteraan dengan membuka berbagai usaha, namun masyarakat juga harus ikut menjaga keaslian dan ke asrian kawasan situs ini. Menjaga situs dari sampah dan tangan jahil," katanya.

Sementara itu, Situs Gunung Padang, yang ditemukan pertamakali tahun 1914, selama beberapa dekade, dibiarkan terbengkalai. Sehingga mengalami kerusakan dibeberapa bagian, selain factor alam, sebagian lainnya akibat tangan jahil yang tidak bertanggungjawab.

"Kita harus menjaga dan melestarikan keberadaan situs ini dan mendukung aktifitas para peneliti, agar mampu mengungkap misteri yang terkandung di dalamnya, sebagai kekayaan budaya Indonesia," ujarnya.

Hal senada terucap dari Ketua Paguyuban Pasundan Cianjur, Abah Ruskawan. Dia mengatakan, dengan adanya kunjungan tersebut, seluruh lapisan masyarakat di wilayah situs dan masyarakat Cianjur, pada umumnya, sepakat melestarikan dan mengembangan, termasuk menjaga K3.

"Semua lapisan juga sepakat, apa yang bisa dibantu guna pelestarian dan pengembangan situs Gunung Padang, termasuk upaya untuk menjaga K3. Bahkan dari pihak aparat struktural seperti Polsek dan Koramil setempat siap membantu," katanya.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono