Selasa, 18 Juni 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 18 Juni 2013 | 12:23 WIB
Wagub Apresiasi Ngaben Massal
Senin, 6 Agustus 2012 | 20:52 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi

DENPASAR, KOMPAS.com--Wakil Gubernur Bali Drs AAN Puspayoga memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan ngaben massal yang dilaksanakan masyarakat desa adat dalam beberapa tahun belakangan ini.

Kegiatan umat Hindu tidak bisa dipisahkan dengan "yadnya" yakni   pengorbanan suci secara ikhlas termasuk melaksanakan upacara pengabenan, penghormatan kepada para leluhur, kata Wagub Puspayoga, Senin.

Wagub Puspayoga didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar Tjok Rai Widiarsa Pemayun, mewakili Bupati Gianyar sempat menghadiri upacara ngaben massal yang digelar warga  Desa Pekraman (adat)  Benawah, Desa Petak, Gianyar.

Kehadiran Wagub AAN Puspayoga disambut Bendesa Adat Benawah Made Ardita dan Ketua Panitia kegiatan tersebut Nyoman Diana.

Kehadiran Wagub pada kegiatan Ngaben Massal merupakan wujud apresiasi atas semangat warga masyarakat dalam melaksanakan yadnya.

Wagub Puspayoga menambahkan, kegiatan ngaben yang dilaksanakan secara bersama-sama merupakan aktualisasi dari semangat "menyama braya", hubungan yang harmonis dan serasi sama sama lainnya.

"Kegiatan yadnya seperti ngaben massal sejalan dengan upaya mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan. Karena hampir sebagian besar bahan-bahan kebutuhan ritual itu  dapat diperoleh di pasar-pasar tradisional," ujar Wagub Puspayoga.

Ia mengharapkan, kegiatan yadnya ke depan dapat digelar secara bersama dan berkesinambungan sehingga dapat biayanya lebih hemat.

Kegiatan Ngaben massal yang baru pertama kali digelar  warga masyarakat Desa Pekraman (adat)  Benawah, Desa Petak, Gianyar melibatkan 40 sekah (simbolis kerangka jenazah.

Lewat kebersamaan itu  mampu mempererat ikatan sosial ekonomi warga krama Hindu di Bali, ujar Wagub Puspayoga.

 

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono