Severity: Notice
Message: Undefined variable: url_twitter
Filename: views/read_view.php
Line Number: 93
DENPASAR, KOMPAS.com--Wakil Gubernur Bali Drs AAN Puspayoga memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan ngaben massal yang dilaksanakan masyarakat desa adat dalam beberapa tahun belakangan ini.
Kegiatan umat Hindu tidak bisa dipisahkan dengan "yadnya" yakni pengorbanan suci secara ikhlas termasuk melaksanakan upacara pengabenan, penghormatan kepada para leluhur, kata Wagub Puspayoga, Senin.
Wagub Puspayoga didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar Tjok Rai Widiarsa Pemayun, mewakili Bupati Gianyar sempat menghadiri upacara ngaben massal yang digelar warga Desa Pekraman (adat) Benawah, Desa Petak, Gianyar.
Kehadiran Wagub AAN Puspayoga disambut Bendesa Adat Benawah Made Ardita dan Ketua Panitia kegiatan tersebut Nyoman Diana.
Kehadiran Wagub pada kegiatan Ngaben Massal merupakan wujud apresiasi atas semangat warga masyarakat dalam melaksanakan yadnya.
Wagub Puspayoga menambahkan, kegiatan ngaben yang dilaksanakan secara bersama-sama merupakan aktualisasi dari semangat "menyama braya", hubungan yang harmonis dan serasi sama sama lainnya.
"Kegiatan yadnya seperti ngaben massal sejalan dengan upaya mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan. Karena hampir sebagian besar bahan-bahan kebutuhan ritual itu dapat diperoleh di pasar-pasar tradisional," ujar Wagub Puspayoga.
Ia mengharapkan, kegiatan yadnya ke depan dapat digelar secara bersama dan berkesinambungan sehingga dapat biayanya lebih hemat.
Kegiatan Ngaben massal yang baru pertama kali digelar warga masyarakat Desa Pekraman (adat) Benawah, Desa Petak, Gianyar melibatkan 40 sekah (simbolis kerangka jenazah.
Lewat kebersamaan itu mampu mempererat ikatan sosial ekonomi warga krama Hindu di Bali, ujar Wagub Puspayoga.