Kamis, 20 Juni 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 20 Juni 2013 | 07:36 WIB
Gamelan Tertimbun Lahar Merapi Ditemukan
Senin, 6 Agustus 2012 | 19:52 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

javacreativity.com
Ilustrasi

TERKAIT:

SLEMAN, KOMPAS.com--Warga Desa Kepuharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan sejumlah gamelan yang tertimbun lahar atau material vulkanik dari erupsi Gunung Merapi 2010 yang meluap dari aliran Sungai Gendol.

"Gamelan tersebut ditemukan warga saat membersihkan lahan yang tertimbun material vulkanik Merapi," kata Kepala Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Heri Suprapto, Senin.

Menurut dia, gamelan tersebut adalah milik warga Dusun Manggong yang sebelumnya disimpan di gedung serba guna setempat.

"Saat terjadi erupsi Merapi, seperangkat gamelan yang masih lengkap itu, tidak sempat diselamatkan, sehingga tertimbun bersama gedung serba guna," katanya.

Ia mengatakan gamelan tersebut dulu yang digunakan warga Manggong untuk berkesenian seperti karawitan, ketoprak, dan kesenian tradisional lainnya.

"Kegiatan kesenian di wilayah ini cukup bagus, baik itu karawitan, ketoprak, maupun kesenian tradisional lainnya. Sayang gamelan yang harganya ratusan juta itu, saat ditemukan dipastikan tidak dapat digunakan lagi," katanya.

Heri mengatakan saat ini warga masih tetap melestarikan kesenian tradisional yang telah lama tumbuh di masyarakat setempat.

"Untuk berlatih karawitan atau keperluan lainnya, kami harus meminjam gamelan di Dusun Gading, Desa Glagaharjo. Saat ini kami tidak mampu membeli lagi gamelan seperti yang telah rusak itu. Kami harapkan ada kepedulian dari instansi terkait," katanya.

Ia mengatakan saat ini warga masih mencar gamelan lainnya yang masih tertimbun lahar Merapi di sisi timur Sungai Gendol.

"Memang kondisi gamelan sudah rusak parah, karena selain kondisi tembaganya menjadi muda karena terkena lahar panas, juga sudah tidak mungkin dilaraskan lagi. Rencananya gamelan yang ditemukan itu akan disimpan atau disumbangkan ke museum," katanya.

 

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono