Rabu, 19 Juni 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 19 Juni 2013 | 03:31 WIB
Putri Angkat Pendiri Turki Meninggal dalam Kecelakaan
Jumat, 3 Agustus 2012 | 23:33 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

ISTANBUL, KOMPAS.com — Putri angkat Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Turki modern, meninggal dalam kecelakaan tragis, kata putra perempuan itu—Ulku Adatepe, yang berusia 79 tahun, kepada stasiun televisi Turki, Kamis (2/8/2012).

Adatepe meninggal pada Rabu, ketika ia terlempar dari kendaraan yang membawanya setelah pengemudinya kehilangan kendali mobil tersebut sewaktu melaju di jalan raya dari Istanbul ke ibu kota Turki, Ankara, kata surat kabar Milliyet.

Suami Adatepe dan pengemudi mobil tersebut cedera, tetapi selamat dalam kecelakaan itu, yang terjadi di Provinsi Sakarya di bagian barat-laut negeri tersebut. Putranya, Ahmet Dogancay, mengonfirmasi berita itu melalui stasiun televisi NTV.

Kemal Ataturk, yang memimpin Turki menuju kemenangan pada 1923 dalam Perang Kemerdekaan, menjadi presiden pertama republik baru tersebut sampai ia meninggal pada 1938.

Ia masih dirujuk oleh banyak orang Turki sebagai "pahlawan karena menyelamatkan Turki dari keusangan" setelah negara Eropa memecahnya setelah Perang Dunia I. Ia juga dipuji karena pembaruannya yang menempatkan Turki di jalur sekuler setelah ambruknya Kekhalifahan Usmaniyah (Ottoman).

Kemal Ataturk mengadopsi Adatepe, putri dari pembantu ibunya, ketika Adatepe berusia sembilan bulan dan merawatnya di istana presiden di Ankara sampai ia meninggal.

Adatepe adalah yang paling muda dari enam putri adopsi Ataturk dan seorang putra, kata Milliyet. "Ia (Adatepe) berada di sisinya (Ataturk), sebagai kesayangannya yang tak terpisahkan, sampai beberapa pekan sebelum kematiannya," tulis Andrew Mango di dalam biografi tentara-yang-jadi-negarawan "Ataturk" 1999, sebagaimana dikutip Reuters—yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat.

Adatepe muda berkeliling negerinya bersama ayahnya dan tampil sebagai ilustrasi di sampul buku alfabet "Alfabe". Di dalam buku tersebut, Ataturk digambarkan sedang mengajar dia alfabet baru Latin—yang menggantikan tulisan Arab Kekhalifahan Usmaniyah—salah satu pembaruan Barat yang dipelopori presiden Turki itu.

Pemakaman Adatepe direncanakan Jumat waktu setempat di Masjid Tesvikiye di Istanbul.(ANTARA/Reuters)

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono