Severity: Notice
Message: Undefined variable: url_twitter
Filename: views/read_view.php
Line Number: 93
SEMARANG, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Semarang akan menggelar festival musik thek-thek dengan menggunakan alat yang ada di sekitar sehingga dapat menghasilkan nada yang harmonis.
Ketua penyelenggara acara, Kukuh Ary Wibowo, di Semarang, Selasa (31/7/2012), mengatakan, perhelatan musik khas Ramadhan ini akan digelar di Halaman Balaikota Semarang pada Minggu (5/8/2012).
"Acara hasil kerja sama dengan Semarang Original Concept ini akan digelar siang hari hingga waktu berbuka dan akan diikuti 16 kelompok perwakilan dari seluruh kecamatan yang ada di Kota Semarang," katanya.
Masing-masing kelompok beranggotakan maksimal 15 orang yang memainkan alat musik rekaan.
Penilaian lebih ditekankan pada hasil eksplorasi penggunaan benda-benda di sekitar yang dapat menghasilkan bunyi-bunyian yang harmonis. "Jadi peserta tidak diperbolehkan menggunakan alat musik konvensional atau modern," katanya.
Festival musik thek-thek ini, lanjut Kukuh, diharapkan bisa menjadi acara tahunan sehingga bisa menambah agenda pesta budaya di Kota Semarang.
Apalagi, menurutnya, sektor industri pariwisata Kota Semarang membutuhkan kegiatan yang memiliki nilai lokal khas Semarang.
"Festival musik ini akan memperebutkan trofi Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan disediakan uang pembinaan dengan total Rp 7 juta untuk empat penampil terbaik," katanya.