Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 24 Mei 2013 | 08:16 WIB
Peningkatan Status ISI Tak Pengaruhi Jati Diri
Selasa, 31 Juli 2012 | 19:16 WIB
Dibaca:
|
Share:

DENPASAR, KOMPAS.com--Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof Dr I Wayan Rai S MA mengatakan, peningkatan status ISI menjadi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) tidak akan mempengaruhi dan mengurangi jati diri lembaga pendidikan tinggi seni.

"Peningkatan status itu tidak akan meniadakan jurusan-jurusan ilmu budaya yang ada selama ini, justru program studi yang ada akan ditambah," kata Rektor ISI Denpasar, Prof Wayan Rai di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan, ISI Denpasar dengan peningkatan status itu akan menambah satu fakultas ilmu budaya  yang selama ini belum dimiliki.

Oleh sebab itu peningkatan status  jangan dipertentangkan, justru sebaliknya lebih memacu perkembangan lembaga pendidikan tinggi seni di masa mendatang.

Dengan peningkatan ISI Denpasar menjadi ISBI diharapkan segera membuka Fakultas Ilmu Budaya. Dengan masuknya aspek budaya dalam kampus ISI dinilai wajar, karena pada dasarnya seni merupakan bagian dari budaya.

Prof Rai mengingatkan, peningkatan status itu tidak akan saling meniadakan, justru sebaliknya memperkuat semua sisi dalam kehidupan kampus.

"Semua sesi kehidupan sebenarnya masuk ke budaya, cipta, karsa dan rasa termasuk seni," ujar Prof Rai.

Rencana meningkatkan status ISI Denpasar menjadi ISBI itu dilakukan bersamaan dengan empat lembaga pendidikan tinggi seni lainnya yang ada di Tanah Air.

Berbagai persyaratan  ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan status itu telah dipenuhi ISI Denpasar, terutama menyangkut sdm, fasilitas pendukung dan berbagai persyaratan lainnya, yang semuanya itu kini dalam pembahasan di Kementerian Pendidikan dan Kebuayaan, kata Prof Rai.

 

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono