Jumat, 25 Juli 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Juli 2014 | 21:30 WIB
Tabanan Jadi Tempat Penyelenggaraan "Miss World"
Jumat, 20 Juli 2012 | 13:43 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

damnfungalleries.blogspot.com
Miss World

DENPASAR, KOMPAS.com--Desa Penebel, Kabupaten Tabanan, dipilih menjadi tempat penyelenggaraan sebagian kegiatan kontes "Miss World" pada 2013 di Provinsi Bali.

Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya, di Denpasar, Kamis, mengatakan, pihak panitia Miss World sudah menyampaikan rencana itu kepada pemerintah kabupaten setempat.

"Tabanan dipilih karena dipandang  mendukung konsep keberpihakan pada lingkungan atau ’go green’ dan subak(organisasi pengairan tradisional) juga memperoleh prestasi sebagai Warisan Budaya Dunia  serta daerah kami sebagai lumbung berasnya Bali," ujarnya.

Dengan kepercayaan tersebut, kata Sanjaya, menandakan bahwa wisatawan saat ini lebih memilih pergi ke tempat-tempat yang suasananya alami sehingga dapat membuat mereka berinteraksi dengan alam secara langsung.

Ia tidak memungkiri sebenarnya masih banyak daerah lain di Bali yang memiliki potensi yang lebih bagus, namun untuk objek wisata alam yang masih alami, Tabanan boleh berbangga.

"Biarlah daerah atau kabupaten lain menerima investor untuk membangun hotel-hotel besar, namun kami akan berbangga dengan sebutan Lumbung Beras. Kami bangga tetap punya sawah, belut dan sungai," ujarnya.

Sampai saat ini, pihaknya tetap fokus mempertahankan aturan bahwa pengembangan investasi kepariwisataan di Tabanan harus mengarah pada "eco tourism" "Pada perencanaannya harus sudah dicantumkan 70 persen untuk ruang terbuka hijau dan 30 persen bangunan. Ini harus dilaksanakan sehingga alam Tabanan dan predikat sebagai lumbung beras bisa dipertahankan," katanya.

Dengan ketatnya sistem investasi, menurut Sanjaya bukan berarti investor tidak ada yang datang, justru dengan konsep "eco tourism"  malah banyak investor yang akan datang karena ia yakin suatu saat wisatawan akan jenuh dengan objek wisata yang menonjolkan kemewahan.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono