Minggu, 26 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 26 Mei 2013 | 08:12 WIB
Puisi-puisi Mentari Media
Kamis, 19 Juli 2012 | 01:28 WIB
Dibaca:
|
Share:

deshow.net
Ilustrasi

TENTANG MALAM-MALAM INSOMNIA

adahujansinggah di berandamalam-malam
melantunkanmelodiliris di kacajendela
apa yang tersisaselepasnya
hanyalahkeheningan
yang mengantarberkelana
padaingatan-ingatan paling dalam
tentangairmatadan dada
yang menjadiserpihankaca

Jakarta, 9 Juli, 2012

LELAKI YANG KEHILANGAN PUISI

kutemukankaudenganwajahberbeda
di sudutruangibukota
takberkaki, takbernyali,
takbermimpi

ada yang mencuripuisidaritubuhmu
danakubertanya-tanyasendiri
apakahkautidakmerasa
ngeri?

Jakarta, 26 April, 2012

KERETA

sakitakaningatan-ingatanmasalalumu
adalahkereta di peronstasiun.
pergilalukembali.
lagidanlagi.

danakuialahbangkutunggu
di peronitu.
selalu di situ, menunggu
meskiberdebudanselaluditinggalkan.

Jakarta, 14 April, 2012

JATUH CINTA SEKALI LAGI

apakitaperlujatuhcintasekalilagi?
untukjatuhtanparagu, sepertirintikhujan.
jatuhtanpapenuhtandatanya.

perlukahakujatuhcintalagi?
padatubuhmu, belantararahasia.
padajalanberlubang, tanpalampujalan

Jakarta, 19 Maret 2012

UNTUK DESEMBER YANG KITA TINGGALKAN

tidakadalagi yang bisakitakumpulkandariperistiwa-peristiwa
yangterlanjurporak-poranda
daritembokkota yang runtuh
tapidetik jam dinding di kamarmasihbelumberhenti

saatdesemberhampirusai, kitatetapberjalan
dengankenangan yang tinggalsebagaibekal
sebagaijejak-jejaktakhilang
yang kadangkitatengokkebelakang


Jakarta, 31 Desember, 2011

API-API YANG TAK PADAM

kurasamasing-masingkitamasihsajasibukmencaricelah
untuktahusiapa yang bersalah
baramasihmenyala
di matamu, di hatiku

senjamakintuadantiaphelaidaungugurmembakarkenangan
akanlupakahkitakelak?
padaluka-lukapurba yang pernahsinggah
yang diguratkanpadanadikita

meskimungkinkitamampusejenaklupa
padajalananberlubang
tapisepertijugafoto yang tersimpandalam album kenangan
menyimpanbaulapuk, termakanusia
namunmakinrekat (begitujugaluka-lukadalamingatan)
ketikadibukalagisuatuketika

ada, api-api yang takpernahpadam
meskikitamakinkikis
makin tipis

Jakarta, 8 November, 2011

SEPERTI DEBU

sepertidebu di ujungsepatu
atau yang sekadarhinggap di helai-helairambutmu
kaulihatsekilas
lantaskaukibas
berlalu, takberbekas

aku

Jakarta, 19 September, 2011

BIODATA PENULIS

Mentari Meida, penulis puisi dan penikmat sastra. Cerpennya pernah diterbitkan dalam antologi “UntukmuMunir”  (Buku Pop, 2008). Beberapa puisi dan tulisannya dimuat di beberapa media online seperti gagasmedia.net dan koranopini.com.Tinggal dan bekerja di Jakarta.Tulisannya dapat ditemui di http://perempuanbulanmei.blogspot.com

 

Editor :
Jodhi Yudono