TENTANG MALAM-MALAM INSOMNIA
adahujansinggah di berandamalam-malam
melantunkanmelodiliris di kacajendela
apa yang tersisaselepasnya
hanyalahkeheningan
yang mengantarberkelana
padaingatan-ingatan paling dalam
tentangairmatadan dada
yang menjadiserpihankaca
Jakarta, 9 Juli, 2012
LELAKI YANG KEHILANGAN PUISI
kutemukankaudenganwajahberbeda
di sudutruangibukota
takberkaki, takbernyali,
takbermimpi
ada yang mencuripuisidaritubuhmu
danakubertanya-tanyasendiri
apakahkautidakmerasa
ngeri?
Jakarta, 26 April, 2012
KERETA
sakitakaningatan-ingatanmasalalumu
adalahkereta di peronstasiun.
pergilalukembali.
lagidanlagi.
danakuialahbangkutunggu
di peronitu.
selalu di situ, menunggu
meskiberdebudanselaluditinggalkan.
Jakarta, 14 April, 2012
JATUH CINTA SEKALI LAGI
apakitaperlujatuhcintasekalilagi?
untukjatuhtanparagu, sepertirintikhujan.
jatuhtanpapenuhtandatanya.
perlukahakujatuhcintalagi?
padatubuhmu, belantararahasia.
padajalanberlubang, tanpalampujalan
Jakarta, 19 Maret 2012
UNTUK DESEMBER YANG KITA TINGGALKAN
tidakadalagi yang bisakitakumpulkandariperistiwa-peristiwa
yangterlanjurporak-poranda
daritembokkota yang runtuh
tapidetik jam dinding di kamarmasihbelumberhenti
saatdesemberhampirusai, kitatetapberjalan
dengankenangan yang tinggalsebagaibekal
sebagaijejak-jejaktakhilang
yang kadangkitatengokkebelakang
Jakarta, 31 Desember, 2011
API-API YANG TAK PADAM
kurasamasing-masingkitamasihsajasibukmencaricelah
untuktahusiapa yang bersalah
baramasihmenyala
di matamu, di hatiku
senjamakintuadantiaphelaidaungugurmembakarkenangan
akanlupakahkitakelak?
padaluka-lukapurba yang pernahsinggah
yang diguratkanpadanadikita
meskimungkinkitamampusejenaklupa
padajalananberlubang
tapisepertijugafoto yang tersimpandalam album kenangan
menyimpanbaulapuk, termakanusia
namunmakinrekat (begitujugaluka-lukadalamingatan)
ketikadibukalagisuatuketika
ada, api-api yang takpernahpadam
meskikitamakinkikis
makin tipis
Jakarta, 8 November, 2011
SEPERTI DEBU
sepertidebu di ujungsepatu
atau yang sekadarhinggap di helai-helairambutmu
kaulihatsekilas
lantaskaukibas
berlalu, takberbekas
aku
Jakarta, 19 September, 2011
BIODATA PENULIS
Mentari Meida, penulis puisi dan penikmat sastra. Cerpennya pernah diterbitkan dalam antologi “UntukmuMunir” (Buku Pop, 2008). Beberapa puisi dan tulisannya dimuat di beberapa media online seperti gagasmedia.net dan koranopini.com.Tinggal dan bekerja di Jakarta.Tulisannya dapat ditemui di http://perempuanbulanmei.blogspot.com