Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 11:55 WIB
Kemdikbud Dukung Desa Bawomataluo Jadi Warisan Dunia
Selasa, 17 Juli 2012 | 20:11 WIB
|
Share:

Foto: TYWS
Kiri-Kanan: Yori Antar, Prof. Yasufumi Uekita, Ph. D, Waspada Wau, Surya Helmi, Dr. T. Yoyok Wahyu Subroto, Etis Nehe dan Bpk Yusuf dan Ibu Yuni. (Foto: TYWS)

JAKARTA, KOMPAS.com--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memberikan dukungan penuh pada upaya menggolkan pengajuan Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan sebagai warisan dunia (world heritage) di Unesco.

“Ibu Wamen Wiendu memberikan dukungan penuh dan bahkan mengajak untuk bersinergi dengan berbagai pihak yang saat ini menaruh perhatian terhadap kondisi kemiskinan budaya di berbagai pusat budaya masyarakat di Indonesia,” ujar Ketua Tim Riset Jepang-UGM Dr. T. Yoyok Wahyu Subroto di Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Sebelum pertemuan dengan Wamen Wiendu, tim juga sudah bertemu dengan Direktur Pelestarian Cagar Budaya & Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Surya Helmi yang mewakili Wamen Wiendu karena harus menghadiri rapat dengan menteri lainnya.

Dalam pertemuan itu, turut hadir perwakilan tim ahli Jepang Prof. Yasufumi Uekita, Ph.D (Tim Jepang), Andis Razaka (Pendamping Tim Riset) serta perwakilan warga Desa Bawömataluo, Waspada Wau dan Etis Nehe.

Juga hadir staf khusus Wakil Mendikbud Wiendu Nuryanti untuk pendataan desa-desa adat yang akan diselamatkan, Yori Antar. Yori telah beberapa kali ke Pulau Nias dan bekerjasama dengan Yayasan Museum Pusaka Nias, termasuk merestorasi rumah adat di Tögindrawa, Kota Gunungsitoli, Pulau Nias.

Dalam pertemuan dengan Helmi, dukungan tersebut juga telah disampaikan kepada tim.

Yoyok yang juga menggantikan Wiendu sebagai Direktur Magister Arsitektur dan Perencanaan Pariwisata (MPAR), UGM tersebut menjelaskan berbagai hal terkait program tim ke depan, khususnya yang berkenaan dengan penyelamatan budaya di Desa Bawomataluo serta koordinasi dengan program yang dilaksanakan di kementerian.

Yoyok memaparkan juga pertimbangan memilih Desa Bawomataluo sebagai fokus riset dan tujuan jangka panjangnya. Desa itu, dinilai memiliki kekayaan budaya yang masih terpelihara dan harus diselamatkan.

Tidak hanya untuk menjadikan desa itu sebagai warisan dunia, tapi juga akan dijadikan sebagai role model (percontohan) bagi penyelamatan desa adat-desa adat lainnya di wilayah itu.

Dukungan Masyarakat

Prof. Uekita, perwakilan tim Jepang dari Universitas Tsukuba mengakui melestarikan bangunan-bangunan kayu di desa itu tidak mudah. Karena itu, dukungan masyarakat setempat sangat menentukan manfaat akhir dari riset itu.

“Kami memikirkan bagaimana melestarikannya melalui komunitas yang ada di sana. Ini berbasis apa yang ada di sana, yang bisa dimanfatkan dan membuat masterplan bersama mereka. Pada dasarnya kami ingin membantu bagaimana melestarikan desa tersebut dan menentukan perkembangan desa itu ke depan secara bersama-sama,” kata dia.

Sementara perwakilan masyarakat Desa Bawömataluo Waspada Wau mengatakan, kedatangan tim riset itu dan dukungan Kemdikbud adalah berkah bagi masyarakat Desa Bawomataluo. Sebab, sudah ada kekuatiran dimana kebanggaan akan desa itu dengan berbagai kekayaan budaya di dalamnya, bila tidak dilestarikan, tidak lama lagi akan tinggal kenangan.

“Kalau sekarang kami punya kebanggaan, desa itu dengan segala yang ada di dalamnya. Tapi sebenarnya, kami juga bertanya-tanya sampai kapan itu tetap jadi kebanggaan. Jangan-jangan sebentar lagi tinggal kenangan. Sebab, kemampuan masyarakat desa juga sangat terbatas. Karena itu, sebagai bagian dari masyarakat, kami sangat berterima kasih dengan dukungan ini,” kata dia.

Kerja tim yang melibatkan delapan profesor dari lima universitas terkenal di Jepang dan para ahli dari UGM itu telah memulai riset pendahuluan pada Agustus 2011. Selanjutnya, awal bulan ini, selama 14 hari, tim tersebut melakukan riset lanjutan.

Desa Bawömataluo sendiri telah masuk dalam tentative list untuk warisan dunia di Unesco sejak 2009. Namun, setelah itu, tidak ada upaya serius untuk memenuhi syarat-syarat yang diperlukan untuk mendukung upaya menjadikannya warisan dunia sampai tim Jepang-UGM itu datang melakukan riset komprehensif untuk tujuan itu. (EN)

Editor :
Jodhi Yudono