Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Mei 2013 | 11:26 WIB
Bangsa Ini Masih Butuh Bung Karno
Penulis: Anmaria Redi Pinta Dasyanti | Sabtu, 14 Juli 2012 | 13:11 WIB
|
Share:
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno

JAKARTA, KOMPAS.com — Marhaen Production bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Soekarno dan Universitas Bung Karno menggelar pementasan teatrikal "Dharma Gita Maha Guru 2012" di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, 13-15 Juli 2012.

Di dalam pementasan tersebut, penonton akan diajak mengingat kembali perjalanan hidup Bung Karno dari kecil sampai dengan meninggal, termasuk di dalamnya perjuangan Bung Karno semasa menjadi presiden.

"Pemikiran dan tulisan-tulisan Bung Karno sampai saat ini masih relevan untuk pergerakan bangsa Indonesia agar lebih baik," kata Rachmawati Soekarnoputri, sutradara pementasan "Dharma Gita Maha Guru", dalam konferensi pers, Kamis (12/7/2012).

Rachmawati, yang juga salah satu putri proklamator Bung Karno, mengatakan, Bung Karno adalah sosok proklamator Indonesia yang semakin lama semakin luntur namanya dari ingatan, terutama di kalangan anak muda saat ini.

Hal itu, menurut Rachmawati, sudah dibuktulikan dari survei yang beberapa waktu lalu dilakukannya. Sosok Bung Karno dan perjuangannya kurang melekat di ingatan generasi muda saat ini.

"Semakin lama bangsa ini mengalami degradasi nasionalisme, gotong royong. Dengan pertunjukan ini, diharapkan jiwa, pemikiran, serta idealisme Bung Karno bisa tumbuh kembali," kata Rachmawati.

Pementasan tersebut akan menjadi sebuah seni teater yang mengandung unsur sejarah. Paduan gerak, seni, tari, narasi, dan dialog ditampilkan dalam pementasan ini.

"Dharma Gita Maha Guru" diperankan banyak aktor dan aktris Indonesia, seperti Anjasmara, Widyawati, Iwa K, dan Prabu Revolusi. Pementasan akan dibuka untuk umum.

Editor :
Pepih Nugraha