Kamis, 20 Juni 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 20 Juni 2013 | 08:24 WIB
Raibnya Benda Sakral dari Sebuah Pura
Kamis, 12 Juli 2012 | 20:16 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

google.com
Ilustrasi: Pura

SINGARAJA, KOMPAS.com--Kini, nampaknya maling sudah tak takut lagi dengan apapun di dunia ini. Bahkan dengan ancaman sangsi dari "langit" sekalipun. Itulah yang terjadi di Buleleng, Bali. Sejumlah benda sakral di pura Desa Adat Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, raib akibat digondol kawanan pencuri.

Petugas dari Kepolisian Sektor Sukasada dan Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Resor Buleleng diturunkan untuk menyelidiki kasus pencurian dengan pemberatan tersebut.

Bahkan petugas juga mengerahkan anjing pelacak untuk mencari jejak pelaku pencurian benda sakral yang biasa digunakan untuk ritual keagamaan umat Hindu itu.

Kepala Polsek Sukasada AKP Made Widana menduga pelaku lebih dari satu orang karena benda-benda yang dicuri antara lain, tiga bilah keris berukuran besar, pakaian Ida Batara, lingga bunga emas, dan uang logam kuno sebanyak 800 keping.

Pelaku memasuki gudang tempat menyimpan benda sakral itu melalui jendela. Jendela yang terkunci itu dibuka secara paksa.

Penanggung jawab Pura Desa Adat Sukasada, Jero Mangku Made Ardana, baru mengetahui benda-benda sakral di dalam pura itu hilang pada Rabu (11/7) malam saat ada seorang warga desa itu meminta (air suci) untuk kepentingan upacara tiga bulan usia bayinya.

"Di halaman pura terdapat barang-barang berserakan. Akhirnya, saya langsung ke gudang dan melihat benda-benda sakral sudah tidak ada lagi di tempatnya," katanya.

Selama 2012 tercatat dua kasus pencurian benda sakral di Kabupaten Buleleng. Sebelumnya pencurian benda sakral juga terjadi di Desa Adat Kekeran, Kecamatan Busungbiu.

 

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono