Rabu, 19 Juni 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 19 Juni 2013 | 09:14 WIB
Limbah Cangkang Menghasilkan Listrik
Penulis: Evy Rachmawati | Senin, 9 Juli 2012 | 17:27 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
Shutterstock Ilustrasi

MEDAN, KOMPAS.com -  Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Biomassa berkapasitas 2 x 15 megawatt (MW) milik PT Growth Asia yang berlokasi di Medan, Sumatera Utara, mulai beroperasi. Hal ini diharapkan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik.

Pengoperasian PLTU Biomassa itu diresmikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Senin (9/7), di Medan, Sumatera Utara. PT Growth Asia adalah perusahaan dibawah manajemen usaha Growth Steel Group (GSG) dengan bisnis inti industri baja terintegrasi. 

PLTU Biomassa 2 x 15 MW ini dibangun pada tahun 2011 dan menggunakan bahan bakar dari energi terbarukan, yaitu cangkang sawit, sekam padi, tongkol jagung dan serbuk kayu (Waste to Energy). Pembangunan PLTU Biomasa ini untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Namun daya yang dihasilkan melebihi kebutuhan, sehingga ada kelebihan  (excess power) sebesar 20 MW. Kelebihan daya listrik tersebut dijual ke PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara.

Sebelumnya, PT. Growth Sumatera Industry, juga salah satu perusahaan dibawah manajemen Growth Steel Group, telah membangun 1 x 15 MW pada tahun 2008 dan 1x 15 MW pada tahun 2010. Sebanyak 15 MW dipakai sendiri dan kelebihan daya sebesar 15 MW dijual ke PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara.

Sampai dengan Juni 2012, total daya listrik yang telah dijual oleh Growth Steel Group melalui PT.Growth Sumatera Industry dan PT. Growth Asia ke PT PLN sebesar sebesar 35 MW (dari total kapasitas 60 MW). Dengan harga rata-rata solar untuk industri Rp. 10.000/liter serta harga tenaga listrik Rp. 975/kWh (Permen ESDM No. 4 Tahun 2012),  keberadaan PLTU Biomasa milik Growth Steel Group menghasilkan penghematan Rp 621 miliar per tahun.

Dengan penguasaan teknologi sistem fabrikasi peralatan pembangkit dan tenaga kerja milik sendiri, PT Growth Asia telah mampu menciptakan pembangunan PLTU Biomassa dengan kandungan lokal yang mencapai 70 persen.  

Pembangunan PLTU Biomassa ini meningkatkan ketahanan energi dan kemandirian energi, sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca. Oleh karena biomassa adalah bagian dari energi terbarukan atau energi bersih, sehingga melalui peningkatan pembangunan PLTU Biomassa akan mempercepat pembangunan energi berkelanjutan.

Editor :
Rusdi Amral