Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 23:15 WIB
Melestarikan Persinggahan Bung Karno di Bobo
Kamis, 5 Juli 2012 | 17:25 WIB
|
Share:
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno

AMBON, KOMPAS.com--Sejumlah tempat bersejarah yang pernah disinggahi dan ditempati mantan Presiden Indonesia, Ir. Soekarno di Dobo, Ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, akan dilestarikan sebagai objek sejarah budaya oleh pemerintah kabupaten.

"Mess Jargaria milik Pemkab yang dulunya merupakan rumah dinas Camat Dobo ketika masih berada di bawah Kabupaten Maluku Tenggara pernah didiami Presiden Soekarno tahun 1958 ketika meninjau kesiapan  operasi pembebasan Irian Barat," kata Pelaksana tugas Bupati Kepulauan Aru, Umar Djabumona yang dihubungi dari Ambon, Rabu.

Menurut Umar, bangunan ini dinilai memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena dijadikan sebagai tempat bermalam mantan Presiden RI yang pertama ini sehingga patus dilestarikan sebagai salah satu objek wisata budaya.

Kemudian lapangan Wamar yang sekarang sudah dibangun SD Negeri 3 Dobo, pernah dijadikan tempat pidato dan pengerahan pasukan oleh Presiden Soekarno dalam operasi pembebasan Irian Barat untuk masuk dalam pangkuan Ibu Pertiwi.

"Saat itu mantan kepala negara menyampaikan pidatonya di lapangan tersebut pada bulan Oktober 1958, sehingga sudah seharusnya dibangun sebuah tugu peringatan atau sebuah monumen khusus," jelas Umar.

Pemkab setempat juga telah membicarakan rencana melestarikan bangunan bernilai historis ini dengan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru dan nantinya akan dilanjutkan pembahasannya dengan para tokoh adat, tokoh masyarakat maupun komponen perjuang pemekaran kabupaten tersebut.

"Program pelestarian situs-situs bersejarah di masa revolusi ini sangat penting dilakukan guna mengingatkan generasi muda sekarang dan yang akan datang, karena sejarah tidak cukup jika hanya tersurat namun perlu ada sebuah monumen atau prasasti sebagai pelengkap dari sejarah tersebut," tandas Umar Djabumona.

Untuk melancarkan operasi pembebasan Irian Barat yang dikenal dengan sebutan ’Operasi Trikora’ saat itu, mantan Presiden Soekarno membentuk komando Mandala yang dikomandani Mayjen TNI Soeharto saat itu dan menggunakan Kota Dobo sebagai salah satu pangkalan utama untuk masuk ke Irian Barat.

 

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono