Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 24 Mei 2013 | 03:28 WIB
Kesenian Gambuh Meriahkan Hari ke-26 PKB
Rabu, 4 Juli 2012 | 19:42 WIB
|
Share:

DENPASAR, KOMPAS.com--Kesenian Gambuh, salah satu kesenian tradisional Bali yang menjadi sumber dari seluruh gerak dan tari Bali, tampil memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXIV pada hari ke-26 di Taman Budaya Denpasar, Kamis (5/7).

"Kesenian Gambuh rekontruksi itu dipersembahkan oleh Sekaa Gambuh Yowana Pura SariAbangan, Desa Bungkulan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Buleleng," kata Kasi Perfilman dan Perizin pada Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I  Wayan Dauh, di Denpasar, Rabu.

I Wayan Dauh yang juga salah seorang anggota panitia PKB itu mengatakan, penampilan Tari Gambuh itu berlangsung di kalangan Ayodya Taman Budaya mulai pukul 11.00 Wita.

Tari Gambuh dalam perkembangan Kesenian Bali sepertinya tenggelam dan terlupakan, padahal jenis kesenian itu menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan Tari Bali secara menyeluruh.

Melalui pementasan Kesenian Gambuh, maka rekontruksi itu diharapkan mampu kembali membangkitkan kesenian yang tergolong langka, karena selama ini sangat jarang dipentaskan di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

I Wayan Dauh menjelaskan, penampilan Kesenian Gambuh merupakan salah satu dari lima kesenian yang memeriahkan PKB pada hari ke-26. Lima pementasan lainnya, Topeng Kreasi oleh Sanggar Topeng Pance Kanda Eka Suara Murti, Banjar Angbaya, Kelurahan Penatih, Kota Denpasar.

Tiga pementasan lainnya berlangsung pada malam hari mulai pukul 20.00 Wita yang terdiri atas pementasan wayang kreasi dalang cilik oleh I Wayan Anom Candrayana dari Sanggar Candra Mas, Banjar Tegalinggah, Desa Bedahulu, Kabupaten Gianyar.

Selain itu, pementasan kesenian unggulan konser musik yang bertemakan "East Meets Windha Ensemble" pimpinan I Nyoman Winda di gedung Ksiarnawa.

Selanjutnya, pementasan fragmentari Sanggar Seni Surya Candra Puri Gede Karangasem dari kota Amlapura, Kabupaten Karangasem, daerah ujung timur Pulau Bali bertepat di kalangan Ayodya, ujar Wayan Dauh.

 

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono