Severity: Notice
Message: Undefined variable: url_twitter
Filename: views/read_view.php
Line Number: 93
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
iLUSTRASI: Panen Tebu
Hikayat Perkawinan
bulan ngantuk
bersandar di punggung malam
angin mengantarkan masa lalu yang dingin
dan suara-suara seperti roh masa silam
yang ingin mencekikmu dari belakang.
siapa yang kehilangan?
siapa yang akan melengkapi tubuhmu?
ada semacam bau syahwat
yang akan menyumbat hidungmu.
dan kau mengendus-endus bagai anjing lapar
yang kehilangan tuannya.
sementara takdir sudah lebih dulu
mendapati surga yang sepi
ketika dunia dalam diri
ingin mendapatkan tempatnya.
kita selalu mengulangi takdir yang sama
dosa yang sama
selalu menjadi lupa
bahwa baik-buruk dapat tempat yang sama.
inilah awal mula perkawinan itu
yang bikin kita terusir dari diri sendiri
rumah yang dulu mengusirmu di sini.
Sanggar Suto, 2012
Tebu
hiruplah wangi tubuhku
kau akan tahu
ke mana dialamatkan darahku:
kota-kota yang dikristalkan
di buku-buku yang berdebu.
hiruplah bau tubuhku
dari tulang-tulang besi berkarat
ketel yang terbatuk-batuk
pipa-pipa yang macet
dan limbah gula yang kecut.
rasakan perasan keringatku
di segelas teh hangat
sambil duduk manis
nonton gosip selebritis,
iklan coca-cola, pepsi
dan berita korupsi
yang tak pernah mati.
di sebuah minggu yang cerah
april yang basah.
pabrik-pabrik menanamku
getah tubuhku dikristalkan
dijual di toko-toko.
dan supermarket menanam tebu-tebu asing
lalu toko-toko meranggas
masa lalu kembali tumbuh di kota-kota
dan kita menjadi kutukannya
sebab sejarah menanamku
dalam buku-buku.
minumlah aku
airmata yang meretas dari tubuh kurusku
agar kau tahu pahitnya kenangan
pahitnya pengkhianatan.
Yogya, 2012
Barangkali Ada yang Ingin Kau Tanyakan
hujan tumpah
langit meludah.
kita berkemas
dari masa lalu yang cemas.
pertemuan kita tersangkut di jalan
tenggelam dalam secangkir kopi hitam
masa silam yang dingin.
dering telpon
bunyi alarm
mengingatkan mimpi semalam
pada senyummu yang basah
mulutmu yang resah.
kita cerita tentang kursi-kursi yang berdebu
ruang tamu yang berantakan
uang kontrakan yang belum dibayar
dan bau pesing kamar mandi.
apa yang kau ramalkan dari masa lalu saudara?
ramalan nasib yang membelot dari rencana
pertemuan yang tak terbayangkan sebelumnya
jadi hantu di tubuhmu
tumbuh serupa tulang dan rambut di kepalamu.
Yogyakarta, 2004-2011
Kedung Darma Romansha lahir di Indramayu, Jawa Barat, 1984. Alumnus Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta, ini bergiat antara lain di Komunitas Rumahlebah Yogyakarta
