WWW.TRAVELERBALI.COM
Wisatawan di pantai Kuta, Bali.
DENPASAR, KOMPAS.com--Kedekatan hubungan emosi dan kebudayaan antara masyarakat Bali dan Tionghoa, memiliki andil besar dalam meningkatkan jumlah kunjungan turis asing dari negeri Tirai Bambu itu ke Pulau Dewata.
Berkat hubungan itulah banyak warga Tionghoa memilih berbulan madu ke Pulau Dewata, disamping semakin lancarnya trasportasi udara antarnegara tersebut, kata Pengamat Pariwisata Tjokorda Gde Agung di Denpasar Jumat.
Adanya kunjungan sejumlah pejabat dari Bali ke Tionghoa dan sebaliknya maka semakin banyak promosi dunia keparwisataan Pulau seribu Pura ini menyebar di negeri China, maka tidak mengherankan pelancong semakin banyak ke Bali.
Ketua Parlemen Republik Rakyat China, Wu Bangguo pernah berkunjung ke Bali dan saat bertemu Gubernur Bali Pastika berjanji akan mendorong peningkatan kunjungan turis China ke Bali dan kondisi itu menjadi kenyataan.
Ia mengatakan, hubungan Bali dan China makin meningkat seiring harmonisnya hubungan Indonesia-China. Peningkatan hubungan itu antara lain ditandai bertambah banyaknya turis Tionghoa ke Pulau Dewata.
Begitu pula kedatangan turis luar negeri khususnya dari Tionghoa yang mengaku berlibur sambil menikmati keindahan alam, seni budaya yang ada diantaranya mirip dengan yang ada di China, jumlahnya bertambah terus.
Wisatawan China yang datang langsung dari negerinya ke Bali memang bertambah banyak hampir setiap bulan, sehingga termasuk diantara sepuluh negara terbesar mensuplai turis luar negeri ke pulau Dewata.
Turis asing ke Bali Januari-Mei 2012 sebanyak 1,1 juta orang, 143.455 orang di antaranya warga negara Tionghoa, yang ada diperingkat kedua dari negara pemasok turis ke Bali setelah Australia dengan menggeser Jepang.
Wisatawan Australia yang tercatat paling banyak datang berkunjung ke Pulau Dewata, memang belum terkalahkan selama ini mencapai 307.288 orang atau memiliki peranan 27,16 persen seluruh turis ke Bali.
Tionghoa menempati peringkat kedua menggeser Jepang karena peningkatannya paling drastis yakni 64,8 persen dari 87.038 orang menjadi 143,455 orang atau perannya mencapai 12.68 persen dari seluruh turis asing ke Bali.
