DENPASAR, KOMPAS.com--Grup orkestra "The Jack Quartet and Brian Baumbusch" asal Amerika Serikat menampilkan pementasan kolaborasi dengan kesenian dari Pulau Dewata pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-34 di Taman Budaya, Denpasar, Kamis malam.
Musik orkestra yang dibawakan oleh empat anak muda dari New York itu digabungkan dengan pementasan tari Calonarang yang dibawakan oleh sanggar seni Mekaradhwaja, Singapadu, Kabupaten Gianyar, terlihat begitu menarik perhatian para penonton.
"Anak-anak muda ini memang sangat tertarik untuk menggarap tabuh-tabuh Bali yang kemudian dipadukan dengan menggunakan instrumen mereka," kata Prof Dr I Made Bandem, selaku artistic director pada pementasan kolaborasi ini.
Di Amerika, ucap Bandem, The Jack Quartet biasa memainkan lagu-lagu klasik barat. Pementasannya bahkan sampai 200 kali dalam setahun.
"Melalui seni kolaborasi ini, kami ingin sekaligus menjadi media untuk mengenalkan Pesta Kesenian Bali pada bangsa Amerika, ya khususnya lewat anak-anak muda dari sana," ucapnya yang juga ikut menari pada pentas kolaborasi tersebut.
Pada pementasan kali ini di gedung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, anggota Jack Quartet dengan lihainya memainkan biola, violin dan chelo yang dipadukan dengan gamelan Bali.
"Keikutsertaan mereka pada PKB menjadi bagian untuk menambah pengalamannya pentas di luar negeri. Mereka juga turut mempromosikan bahwa di daerah kita ada Pesta Kesenian Bali," ujarnya.
Ke depan, Bandem berharap semakin banyak kesenian dari daerahnya yang bisa dikolaborasikan, karena kesempatan itu menjadi salah satu wahana untuk saling belajar kesenian masing-masing negara.
"Tidak hanya dengan seniman asing, kita pun perlu memantapkan kolaborasi dengan para seniman dari dalam negeri, karena sesungguhnya sangat banyak kesenian dari Nusantara yang bisa dipadukan dengan kesenian Bali," kata Bandem.
