Severity: Notice
Message: Undefined variable: url_twitter
Filename: views/read_view.php
Line Number: 93
JAKARTA, KOMPAS.com — Teater Koma mempersembahkan opera tentang pahlawan Sisingamangaraja XII dengan menonjolkan keistimewaan Sisingamangaraja XII yang tak pernah mau takluk kepada penjajah Belanda. Sutradara kondang Nano Riantiarno menjamin keunikan opera yang juga dipastikan akan menghibur para penonton. Tim Teater Koma dikerahkan sepenuhnya untuk menangani segala persiapan opera.
Demikian dikatakan Sutradara Nano Riantiarno di Jakarta, Kamis (28/6/2012), saat mengadakan jumpa pers tentang opera tersebut. "Saya bukan saja tertarik dengan tokoh yang ditampilkan, tetapi juga kagum dengan para pemain yang sangat antusias dan memperlihatkan aura opera," kata Nano.
Opera itu sendiri akan ditampilkan pada tanggal 6 dan 7 Juli 2012 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Nano didampingi sutradara Sultan Saragih, yang menyusun skenario opera. Kolaborasi dua sutradara ini mencoba menampilkan opera dengan nuansa menghibur karena disertai dengan musik dan gondang Batak yang juga menggunakan pakar seni dan tari yang piawai di bidangnya.
Keistimewaan Sisingamangaraja XII, kata Nano Riantiarno, adalah sikapnya yang gigih karena tidak pernah mau menerima tawaran posisi sebagai raja dengan syarat tidak lagi melawan penjajah Belanda. "Ini merupakan keteladanan yang juga pantas ditiru dan sangat kontekstual hingga zaman sekarang," kata Nano Riantiarno.
"Walau saya bukan orang Batak, tetapi saya sangat menyukai tokoh ini, yang saya kira memiliki aura tersendiri. Ada aura yang lain yang saya rasakan sepanjang keterlibatan saya dalam menangani dan mempersiapkan opera ini," lanjut Nano.
