Minggu, 26 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 26 Mei 2013 | 06:24 WIB
Tor-tor Dimainkan Warga Indonesia di Malaysia
Rabu, 27 Juni 2012 | 12:20 WIB
|
Share:

PADANG, KOMPAS.com — Tarian Tor-tor dan Gondang Sambilan (Sembilan Gendang) yang merupakan budaya suku Batak dimainkan oleh warga Indonesia yang sudah lama menetap di Malaysia, kata Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Achyaruddin. "Tari itu hanya dimainkan warga Indonesia, bukan diklaim oleh Malaysia," katanya di Padang, Rabu (27/6/2012).

Ia menjelaskan, warga Indonesia yang sudah lama merantau ke Malaysia membawa budaya tersebut untuk diperkenalkan ke Negeri Jiran itu. "Tidak ada persoalan, tari Tor-tor itu hanya dimainkan anak Indonesia yang sudah lama menetap di Malaysia," katanya.

Dia mengatakan, tari Tor-tor itu bukan warisan budaya Malaysia, melainkan merupakan budaya asli suku Batak. "Orang Mandailing sendiri harus melihat gambaran yang lebih besar bahwa budaya mereka dihargai di seluruh dunia dan terus bertahan di era modernitas," katanya.

Dia mengatakan, tari Tor-tor sudah masuk dalam inventarisasi Kementerian Pariwisita dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Nomor 652. Proses inventarisasi tersebut pada 2010. "Pemerintah dalam waktu dekat ini akan melakukan kajian mendalam untuk mendaftarkan tari Tor-tor yang merupakan budaya asli suku Batak ke UNESCO," katanya.

Menurut dia, untuk melakukan pendaftaran tari Tor-tor ke UNESCO menjadi warisan dunia paling cepat tahun depan. "Indonesia punya kesempatan untuk mendaftarkan tari Tor-tor pada tahun depan karena UNESCO membuka pendaftaran untuk menjadi calon warisan budaya dunia dilakukan setiap Maret dan Maret juga sudah berlalu," katanya.

Kemenparekraf setiap tahun akan memilih satu per satu dari warisan budaya untuk menjadi warisan budaya dunia.

Saat ini, katanya, rendang telah didaftarkan sebagai makanan khas tradisional berasal dari Sumbar kepada UNESCO. "Makanan tradisional dari Sumbar didaftarkan ke UNESCO pada tahun 2010 dengan nomor registrasi 776," kata Achyaruddin.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono