Severity: Notice
Message: Undefined variable: url_twitter
Filename: views/read_view.php
Line Number: 93
SIAK, KOMPAS.com--Kreasi dua koreografer tari asal Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Agung Saputra dan Melia Artika di auditorium pertunjukan ISI Jogjakarta, membuat ketua DPRD Siak Zulfi Mursal menitikan airmata saat menyaksikan pementasan tari bertajuk "Buai baayun" dan "Rouk betino", Selasa.
"Kepiawaian dua koreografer tari ini memukau saya dan merupakan karya mengagumkan. Sungguh tidak menyangka anak jati diri Siak bisa membuat karya begitu hebat," katanya kepada wartawan di Siak melalui selular.
Zulfi mengaku sempat tak bisa menahan keharuan yang menyeruak didadanya hingga airmatanya menitik, ketika ratusan penonton yang memadati auditorium tersebut memberi aplaus gemuruh pada tampilan karya cipta mahasiswa/i FSP ISI Jogja asal Perawang dan Sungai Apit kabupaten Siak tersebut.
Ia berharap Agung dan Melia, masing-masing dapat berkiprah dan mengharumkan nama Kabupaten Siak di kancah Nasional bahkan Internasional melalui dunia seni tari yang juga akan menambah khasanah budaya yang ada di Siak.
"Melalui mereka kita juga berharap, akan lahir koreografer-koreografer muda Siak setelah kembali ke kampung halaman nantinya dan ini kita rasa dapat segera diwujudkan karena pementasan kali ini merupakan tugas akhir penciptaan tari bagi mahasiswa FSP ISI yang berarti studI mereka di sini (Jogja) segera usai," lanjutnya.
Dikatakannya, dirinya sangat berterimakasih kepada ISI Jogja yang telah mendidik dan membina putra-putri Siak dengan baik sehingga mampu menciptakan karya seni yang begitu apik.
"Sekembalinya mereka ke daerah nantinya, kita juga meminta kepada Pemkab Siak agar memberi ruang dan kesempatan berkreasi sehingga ilmu yang telah didapatnya, segera dapat ditularkan kepada putra-putri Siak lainnya dan kita dari Lembaga Legislatif tentu akan sangat mendukung upaya tersebut," terusnya dari ujung telepon.
Sebagai kenang-kenangan dan tanda terimakasih serta wujud jalinan silaturahmi dengan fihak ISI, dalam kesempatan tersebut dia memberikan plakat Kabupaten Siak kepada Pudek FSP ISI Jogja DR Bambang.
Menurutnya, "Buai Baayun" bukanlah satu-satunya hasil karya Agung Saputra namun masih ada beberapa karya lain yang berhasil diciptakannya selama kurun masa perkuliahannya sejak 2008, seperti Imsomnia (2008), joged (2009), bulouh pengikat (2010), rainjot (2010),lenggang menabuh (2011) kuant-in (2011) dan buai baayun (2012).
Demikian halnya dengan Atika Melia yang juga tercatat sebagai pencipta tari Tall-as (2008), joget (2009), dagho sunti (2010), O- now (2011), peneghang ati (2011) Alif dalam Anissa (2012) dan rouk betino (2012).
