Rabu, 19 Juni 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 19 Juni 2013 | 13:57 WIB
Klaim
Ah, Jangan Risau Malaysia Mengklaim Rendang!
Penulis: M Latief | Rabu, 27 Juni 2012 | 07:20 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
Shutterstock Hal paling utama perlu diperhatikan adalah bagaimana menyebarkan cara memasak rendang yang benar di luar daerah agar dikenal berasal dari Sumbar.

PADANG, KOMPAS.com — Pakar kuliner William Wirjaatmadja Wongso berpendapat, pemerintah dan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) tidak perlu risau jika Malaysia juga mengklaim masakan rendang milik mereka.

Yang terpenting adalah menyebarkan cara memasak rendang yang benar di luar Sumbar sehingga tidak ada perbedaan rendang di Sumbar dengan di daerah lain.
-- William Wongso

"Makanan itu tidak bisa dipatenkan. Contohnya sushi dari Jepang yang tidak dipatenkan, bahkan masyarakatnya senang nama itu dipakai di luar negara mereka," kata lelaki yang akrab disapa William Wongso ini di Festival Rendang di Taman Budaya Sumatera Barat di Padang, Selasa (26/6/2012).

William mengatakan, setiap daerah memiliki karakteristik berbeda dalam hal penyajian dan cara pembuatan makanan. Hanya saja, kata dia, hal paling utama yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menyebarkan cara memasak rendang yang benar di luar daerah agar dikenal berasal dari Sumbar.

"Masyarakat Malaysia yang memasak rendang ayam hingga berwarna merah sudah menyebutnya dengan rendang, sementara bagi saya jika rendang tidak hitam itu bukan rendang," ujarnya.

Selain itu, masyarakat Malaysia juga mencampurnya dengan kelapa yang diparut. Hal tersebut, menurut William, sudah pasti berbeda dengan penyajian rendang di Sumbar. Bahkan, di Belanda pun banyak ditemukan makanan bernama rendang, tetapi rasanya semur.

"Yang terpenting adalah menyebarkan cara memasak rendang yang benar di luar Sumbar sehingga tidak ada perbedaan rendang di Sumbar dengan di daerah lain," katanya.

Ia mengakui, rendang berasal dari Sumatera Barat. Akan tetapi, jika masakan terbuat dari daging sapi, kerbau, ayam, atau kambing itu diperbincangkan di luar Sumbar sebaiknya menggunakan nama Rendang Padang.

"Jika menjadi pembicaraan di Sumbar sebaiknya diikuti nama daerah, seperti Rendang Padang, Rendang Pariaman, Rendang Solok, Rendang Limapuluh Kota, atau nama daerah lain pembuatnya. Ini bentuk apresiasi karena rendang di masing-masing daerah di Sumbar memiliki cita rasa berbeda," ujarnya.

Sumber :
ANT
Editor :
Latief