Severity: Notice
Message: Undefined variable: url_twitter
Filename: views/read_view.php
Line Number: 93
Kompas/P Raditya Mahendra Yasa
Puluhan warga menguras mata air Sendang Gede, Desa Pucung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/6/2012). Ritual tersebut merupakan bagian dari tradisi Nyadran.
SEMARANG, KOMPAS.com - Puluhan warga menggelar tradisi Nyadran di Desa Pucung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jumat (22/6/2012). Mereka menggelar ritual dengan menguras sumber mata air Sendang Gede.
Tradisi menguras sebuah kolam yang menyiman sumber mata air ini dilakukan sebulan sebelum memasuki bulan puasa. Ini menjadi simbol pembersihan diri sebelum menjalani ibadah puasa. Sebelum prosesi menguras kolam warga menyembelih puluhan ayam kampung. Ayam-ayam tersebut dilemparkan ke arah kolam lalu diambil kembali.Setelah itu mereka mulai menguras air beramai-ramai.
Susanto (45) salah satu warga yang hadir mengatakan ini adalah kearifan lokal yang harus dijaga. Dengan adanya tradisi seperti itu secara tidak langsung warga menghormati lingkungannya dengan melindungi sumber air yang ada. Apalagi kawasan tersebut mulai tumbuh menjadi area perumahan.
Sementara itu di bawah pohon randu yang besar warga meletakan puluhan rantang berisi beragam makanan. Nanti bekal itu akan dimakan secara bersama. "Dengan adanya tradisi ini pula warga bisa saling berjumpa dan ramah tamah dengan tetangga jauh," kata Santo.
