A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: file_get_contents(http://xml.kompas.com/data/banner_on_keyword/on_keyword.php) [function.file-get-contents]: failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found

Filename: controllers/read.php

Line Number: 346

Sumbawa Barat Jadikan Mantar Sebagai Desa Budaya - KOMPAS.com
Senin, 20 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 20 Oktober 2014 | 15:06 WIB
Sumbawa Barat Jadikan Mantar Sebagai Desa Budaya
Jumat, 15 Juni 2012 | 18:03 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

bulejerinq.tumblr.com
Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

MATARAM, KOMPAS.com--Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, akan menjadikan Desa Mantar di Kecamatan Poto Tano sebagai desa budaya untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke daerah itu.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat Drs Hajamuddin yang dihubungi dari Mataram, Kamis, mengatakan  pihaknya akan membangun berbagai fasilitas penunjang di desa tersebut.

Ia mengatakan, Bupati Sumbawa Barat KH Zulkifli Muhadli telah menetapkan secara resmi Desa Mantar menjadi desa budaya. Untuk tahap awal akan dituangkan dalam peraturan bupati, selanjutnya akan dibuatkan peraturan daerah (Perda).

"Pengembangan Mantar menjadi desa budaya itu akan diatur dengan Perda agar pembiayaannya bisa dianggarkan dari APBD. Pembangunan desa budaya tersebut akan kita mulai tahun ini juga," ujarnya.

Sementara itu Bupati Sumbawa Barat KH Zulkifli Muhadli mengatakan, Desa Mantar itu akan dibangun dengan nuanca pedesaan.

"Saya ingin menjadikan Mantar sebagai desa budaya yang mirip dengan  sebuah desa budaya di China, yakni Desa Wisata Hallstatt. Nantinya semua bangunan rumah penduduk berarsitektur khas Sumbawa, yakni rumah panggung," katanya.

Selain itu, katanya, di semua halaman rumah penduduk ditanami bunga, sehingga nampak indah dan asri, para wisatawan merasa betah menikmati libur di desa yang berada pada ketinggian 630 meter di atas permukaan laut itu.

Zulkifli mengatakan, di Desa Mantar saat ini hanya sebagian yang menempati rumah panggung. Ke depan semuanya akan dilakukan perubahan total, sehingga semuanya rumah panggung. Rumah permanen yang ada sekarang  akan diganti dengan rumah panggung.

"Kalau sekarang  sebagin petani mengolah sawah dengan traktor tangan, nantinya akan diganti dengan alat bajak tradisional yang terbuat dari kayu dan ditarik kerbau. Ini dimaksudkan agar Desa Mantar benar-benar bernuansa pedesaan," katanya.

Terkait dengan rencana mengganti rumah penduduk dengan rumah panggung dan alat pertanian menggunakan peralatan tradisional,  Zulkifli mengatakan akan dimusyawarahkan dengan warga. "Tidak akan dilakukan dengan cara memaksa dan tidak akan merugikan masyarakat," ujarnya.

Di samping itu, kata Zulkifli, di beberapa titik akan dibangun pos terutama di sekitar tebing yang berbatasan dengan pesisir pantai. Dari lokasi itu wisatawan bisa menikmati keindagan pemandangan laut.

"Kita akan membangun Mantar menjadi desa wisata berbasis masyarakat, artinya para wisatawan yang berkunjung ke desa ini bisa menginap di rumah penduduk yang berfungsi sebagai ’homestay’. Ini akan menjadi sumber pendapatan masyarakat, karena para wisatawan akan membayar termasuk makanan yang disediakan," katanya.

 

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono