Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 24 Mei 2013 | 15:23 WIB
Sejarawan Tolak Revitalisasi Makam Sunan Giri
Jumat, 15 Juni 2012 | 17:51 WIB
|
Share:

way4x.webs.com
Makam Sunan Giri

GRESIK, KOMPAS.com--Sejarawan asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Muhlas Yusni Saputra, menolak revitalisasi atau pemugaran kembali Makam Sunan Giri yang akan dilakukan pemkab setempat.

Menurut Muhlas, Kamis, rencana revitalisasi hingga adanya perubahan bentuk tangga menuju Makam Sunan Giri sangat bertentangan dengan nilai cagar budaya yang terkandung di lokasi itu.

Dikatakannya, tangga yang berada di area Makam Sunan Giri mempunyai nilai sejarah tinggi, sebab dibangun Sunan Giri bersama Raden Patah Demak sebagai tanda perjuangan ketika menjadi komando perlawanan terhadap Girindra Wardhana.

"Di lokasi itu pula terdapat makam yang usianya lebih muda, seperti Makam Sunan Prapen dan Masjid Sunan Giri yang didirikan oleh Raden Haji Ya’qub pada abad ke 18," kata Muhlas yang juga menjadi koordinator penulis "Grissee Tempo Doeloe" bersama Dukut Imam Widodo.

Sebelumnya, tokoh masyarakat di sekitar Desa Giri juga menolak revitalisasi makam dengan alasan melanggar undang-undang karena merupakan situs cagar budaya yang harus dilindungi.

"Situs Makam Kanjeng Sunan Giri merupakan cagar budaya yang harus dilestarikan, dan bukan malah dirusak keasliannya, sebab dilindungi Undang-undang nomor 11 tahun 2011 tentang Cagar Budaya," kata Salah satu tokoh masyarakat yang juga merupakan Ketua Baitul Muslimin Gresik, H Askabul Kahfi.

Kahfi mengaku, selama pemugaran berlangsung, pihaknya pernah menerima laporan dari warga jika sempat menemukan tulang belulang manusia yang dibuang di tempat sampah sekitar proyek pemugaran.

Kahfi khawatir, tulang belulang yang ditemukan dan dibuang ke sampah sekitar proyek itu adalah salah satu pengikut Sunan Giri, sehingga patut disayangkan.

Menanggapi penolakan itu, Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya sebelumnya mengatakan, jika pemugaran yang dilakukan tidak terletak pada area makam, melainkan hanya pada pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar makam.

Dikatakan Andhy, tujuan pemugaran supaya situs bersejarah Makam Sunan Giri bisa terlihat bagus dan menjadi daya tarik bagi wisatawan.

"Revitalisasi ini adalah program dari Kementerian Pariwisata, dengan anggaran yang diturunkan sebesar Rp2 miliar, sebab PKL yang kini berada di sekitar area makam terlihat semrawut," katanya.

 

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono