Senin, 24 November 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 24 November 2014 | 04:59 WIB
Seniman Manca Negara Warnai Kesenian Bali
Selasa, 12 Juni 2012 | 06:28 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">

Oleh I Ketut Sutika

DENPASAR, KOMPAS.com--I Wayan Limbak, seniman kelahiran Bedulu, Gianyar, Bali, merintis pertunjukan bersama dengan Walter Spies, seniman asal Jerman di objek wisata Goa Gajah, perkampungan seniman Ubud sejak 1930.

Dialog interkultural dua seniman berbeda latar belakang seni budaya dan etnis, 82 tahun silam itu, secara tidak sengaja melahirkan pertunjukan tari kecak, kini menjadi maskot tari Bali yang monumental dan tersohor ke mancanegara, bahkan mampu memberikan warna dan bagian dari kebudayaan dunia.

Hal itu memberikan inspirasi kepada seniman asing dan seniman dari sejumlah daerah di Indonesia untuk ikut ambil bagian menyemarakkan Pesta Kesenian Bali (PKB), aktivitas seni tahunan di Pulau Dewata.

Hampir setiap pelaksanaan PKB selalu ada saja tim kesenian mancanegara maupun dari sejumlah daerah di Indonesia ikut menyemarakkan PKB, tutur Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada pembukaan PKB XXXIV yang dihadiri Presiden dan ibu Negara Nyonya Ani Yudhoyono.

PKB kali ini mengusung tema "Paras-Paros: Dinamika Dalam Kebersamaan" berlangsung selama sebulan penuh, 10 Juni-9 Juli 2012 melibatkan 334 sekaa kesenian dengan sekitar 15.000 seniman dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali.

Peserta PKB tersebut di luar 24 tim kesenian dari kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia dan enam grup kesenian dari Amerika Serikat, Jepang, India dan Inggris.
Hampir setiap tahun ada saja tim kesenian luar negeri yang ikut serta.

Pada PKB ke XXXIII tahun 2011 misalnya tercatat tujuh grup kesenian dari lima negara yang meliputi Jepang, Amerika Serikat, India, Malaysia dan Australia , jumlahnya hampir sama dengan PKB tahun sebelumnya.

Demikian pula pada PKB XXXI tahun 2009 tercatat 14 grup kesenian asing, PKB 2008 18 grup dan PKB tahun 2007 12 grup kesenian luar neger. Kegairahan senilan luar negeri itu juga diikuti keikutsertaan duta seni dari sejumlah provinsi di Indonesia.

Dalam PKB kali ini tercatat 24 grup kesenian sejumlah daerah di Indonesia ikut ambil bagian dalam pementasan, pawai budaya serta pameran industri kecil dan kerajinan rumah tangga.

Ke-24 partisipan itu antara lain dari Jawa Timur, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Mataram, Ternate, Sulasesi Tengah, Jambi, Bukit Tinggi, Tangerang, Palangkaraya, Balikpapan, Kalimantan Timur dan Maluku.

Kolaborasi

Seniman asing dalam pagelaran di arena bergengsi  PKB berkolaborasi dengan seniman Pulau Dewata menampilkan garapan seni yang unik dan menarik untuk dinikmati penonton maupun wisatawan saat berliburan di daerah ini.

Kepala Seksi Pelestarian dan Pengembangan Seni Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Putu Sedana yang juga panitia PKB menuturkan, empat dari enam tim kesenian luar negeri akan berkolaborasi dengan seniman setempat.

Seniman asing yang ikut meriahkan PKB sudah menjalin komunikasi dengan seniman setempat sejak lama, dan kedatangannya lebih awal di Bali untuk mengadakan latihan, meskipun Pemprov Bali tidak pernah memberikan imbalan kepada seniman asing maupun dalam negeri yang tampil di PKB.

Keenam grup kesenian asing itu terdiri atas kelompok Ocarina Ema Yokohama, Jepang menampilkan musik Acarina akan tampil di Gedung Ksiarnawa, Taman Budaya Denpasar Minggu malam 24 Juni 2012.

Demikian pula tim kesenian dari University London, Inggris berkolaborasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menampilkan kolaborasi drama modern pada Kamis malam 14 Juni 2012.

Grup musik Shinto dan tari tradisional Jepang Kagura Wadaiko-Club Kyoto Koka Senior High School Jepang menampilkan musik Shinto dan tari tradisional Jepang di panggung terbuka ISI Denpasar Minggu malam, 24 Juni 2012.

Grup The Jack Quartet and Brian Baumbusch Amerika Serikat berkolaborasi dengan Sanggar Tari Makara Tuaja Singapadu, Kabupaten Gianyar menampilkan musik kontemporer tampil di panggung terbuka Ardha Candra Taman Budaya Denpasar 28 Juni 2012.

Selain itu juga tampil President Direktor Non Profit Organization Stage 21 Natori, Setagayu-ky Tokyo, Jepang dalam kolaborasi topeng Noh Jepang dengan kesenian tradisi dari Sanggar WBC Cudomani Ubud, Gianyar, tampil di Gedung Ksiarnama Taman Budaya Denpasar, 29 Juni 2012.

Sanggar Siyanhita Jepang berkolaborasi dengan Sanggar LKB Saraswati Banjar Kuti, Singapadu, Kabupaten Gianyar menampilkan tari kreasi Bali di Wantilan Taman Budaya Denpasar, 6 Juli 2012.

Hal itu menunjukan grup kesenian asing sangat tertarik untuk pentas memeriahkan pesta para seniman di Pulau Dewata.

Kehadiran seniman asing maupun dari sejumlah daerah di Indonesia menurut Gubernur Pastika sangat penting artinya, karena dapat memberikan warna dalam penyelenggaraan PKB.

Selain itu membuka cakrawala pandang bagi seniman dan masyarakat Bali untuk saling mengisi dan tukar menukar pengalaman, pengetahuan dan keterampilan seni, sebagai upaya memperkaya khasanah budaya bangsa.

Demikian pula mampu menumbuhkan sikap moral masyarakat Bali untuk membangkitkan gairah dalam bidang kesenian serta menjalin hubungan kerja sama yang lebih baik dan menguntungkan kedua belah pihak, baik sekarang maupun yang akan datang, ujar Gubernur Pastika.

 

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono