Sabtu, 22 November 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 22 November 2014 | 22:11 WIB
Bali Dipilih Jadi Pusat Organisasi Hindu Dunia
Selasa, 12 Juni 2012 | 06:19 WIB

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: url_twitter

Filename: views/read_view.php

Line Number: 93

" show_faces="false" width="450" font="arial">
KOMPAS/AYU SULISTYOWATI Ilustrasi

DENPASAR, KOMPAS.com--Pulau Dewata dipilih menjadi pusat pembentukan organisasi Hindu dunia seiring dengan penandatanganan Piagam Bali oleh peserta pertemuan tokoh Hindu dunia atau "World Hindu Summit" di Denpasar, Senin.

"Organisasi Hindu yang baru ini akan disebut dengan ’World Hindu Parisadh’ atau Parisada Hindu Dunia," kata Prof Dr dr Made Bakta selaku ketua panitia pengarah World Hindu Summit seusai penandatanganan Piagam Bali.

Pada Piagam Bali (Bali Charter) itu ada delapan butir kesepakatan yang ditandangani oleh 200 delegasi tokoh Hindu  perwakilan 15 negara dan juga tokoh Hindu di Tanah Air.

Bakta menyampaikan, rencana pembentukan "World Hindu Parisadh" merupakan salah satu dari delapan butir kesepakatan yang tertuang pada Piagam Bali.

"Tujuan organisasi ini adalah untuk menyatukan semua aktivitas spiritual dan pengabdian dari Hindu secara menyeluruh di dunia, untuk mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan yang ada dalam ajaran suci  Hindu, terutama nilai satyam (kebenaran), shivam (kebijaksanaan) dan sundaram (kesucian)," ujarnya.

Organisasi ini, lanjut dia, akan diupayakan meningkatkan rasa saling menghormati dan menghargai di antara semua pemeluk agama yang ada di dunia sehingga dapat menimbulkan keharmonisan dunia.

Bali selain dipercaya sebagai pusat pembentukan organisasi Hindu, juga akan dibentuk pusat Hindu dunia (World Hindu Center). "Setiap tahun Bali diminta untuk mengadakan kegiatan pertemuan tokoh Hindu dunia dan diharapkan melibatkan peserta yang lebih banyak lagi dibandingkan sekarang. Daerah kita mendapat berbagai kepercayaan ini tidak lepas dari keunikan agama Hindu yang ada di sini" katanya.

Para tokoh Hindu dalam pertemuan ini, lanjut dia, melihat bahwa agama Hindu-Bali dapat bertahan dengan baik meskipun tidak berada pada negara yang dominan memeluk Hindu. Bahkan agama Hindu dapat menyatu dan sangat terkait dengan budaya Bali.

Sementara itu, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sang Nyoman Suwisma mengatakan, kepercayaan ini mengandung tugas berat karena World Hindu Parisadh diharapkan sudah terbentuk pada 2013.

"Sebanyak 11 panitia kerja yang terbentuk untuk mempersiapkan organisasi ini, kami harap mulai besok sudah mulai kerja. Paling tidak, di setiap benua sudah terbentuk jaringan masing-masing," ujar Suwisma.

Sedangkan Akshaya Sri Sai Dhiyanan Sabai selaku pendiri organisasi  Swami Sai Ravichandran di India menyampaikan bahwa memang perlu dibuatkan organisasi yang menjadi payung bagi umat Hindu di dunia.

Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono