Minggu, 26 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 26 Mei 2013 | 16:27 WIB
Puisi-puisi Ramoun Apta
Selasa, 12 Juni 2012 | 00:38 WIB
|
Share:

SENSE OF BALANCE

kami ini lelaki sayur, lelaki busuk, lelaki yang tumbuh keliru

di sepanjang lekuk dan ceruk, dan di sepanjang comberanmu.
kolam dan ladang dalam riwayat para leluhur, hanyalah
dongeng di sepanjang malam kosong,
tak menumbuhkan mimpi, tak berbuah impian.

kami tercampak di bandar-bandar, serupa kaleng sarden
bekas makan siang. terbiar, kemudian tumbuh, menjadi sampah,
memuakkan setiap mata bila terkenang sarapan kemarin pagi.

kami tak berdaya. serupa layunya sekuntum bunga.
kembang dan batang yang meratapi kekalahan kami,
mendadak layu, terbayang akan hari esok, serupa
buah busuk yang tersisih dari timbangan.

kami ini lelaki sayur, lelaki busuk, serupa tomat
yang tercampak ke dalam sampah. kuali dan kelaci,
serta mangkuk dan piring bagi nasib kami, hanyalah
sepenggal takdir yang tertidur – takdir yang mendepak kami
keluar dari mimpi sendiri.

Padang, 2011

mencipta puisi

tak semudah membalikkan cangkang
kura-kura yang melangkah tertatih
menuju sungai

mencipta puisi
seperti menjangkau buah di ujung ranting
tak pandai mengira kerapuhan dahan
alamat badan akan jatuh
dan puisi menjadi luruh

meski kau mampu menghadirkan kata-kata
dan mendakwa kata-kata itu adalah puisi

tetap saja kau hanya berhasil mencipta
kura-kura yang tersandung
dan aliran sungai yang tak berhasil
menemu muara

sementara buah masih riang terjuntai
semisal gerak daun basah
di rantingnya

dahan lebih dulu menjatuhkan engkau

Padang, 2012

pulanglah, meski sekedar sebagai bayangan

orang-orang di beranda menanti engkau datang
meski hujan lupa meninggalkan bercak di permukaan

pulanglah, meski sekedar sebagai bayangan
orang-orang di halaman menunggu engkau pulang
meski di bekas hujan jejakmu menghilang

Padang, 2012

Ramoun Apta lahir di Sungai Binjai, Muara Bungo, Jambi, 26 Oktober 1991. Ia bergiat di Labor Penulisan Kreatif Sajak Sore dan bekerja di Forum Penulis Seni, Sumatera Barat.

Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Jodhi Yudono